It's my personal online notebook, tapi sepertinya isinya bisa dishare. Feel free to quote by mentioning the source "yang mau kutip jangan lupa sebutkan sumbernya ya" :) semoga bermanfaat..
Labels
- cognitive bias
- dalil ekonomi
- diskusi
- distribusi
- family psychology
- filsafat ekis
- finance for kids
- fiqh muamalah kontemporer
- ikigai
- konsumsi
- literasi
- makro islam
- man harta
- man investasi
- man resiko
- man strategi
- maqashid
- metolit
- motivasi
- muhammadiyah
- parenting
- penelitian
- personal finance
- personal finance theoretical frameworks
- seminar pasca
- tesis
- thejourney
- ushul fiqh
- Wakaf
Showing posts with label man investasi. Show all posts
Showing posts with label man investasi. Show all posts
Wednesday, November 12, 2014
PASCA: Manajemen Investasi (9) Sukuk
Sejarah sukuk telah digunakan sejak abad ke 7 M oleh Bani Umayyah hingga abad pertengahan dengan menerbitkan bukti bahwa pemilik memiliki aset seperti gandum dan bahan2 pokok yang dititipkan dan diambil saat jatuh tempo / maturity.
Underlying asset sukuk saat ini tidak hanya berupa aset tetap tetapi bisa merupakan suatu manfaat, seperti contohnya sukuk dana haji menggunakan underlying asset jasa pengelolaan haji.
Sukuk menjadi alternative keuangan syariah yang baru dan memiliki nilai return yang cukup baik.
Beberapa sukuk mengarah menjadi bai’ al inah yang tidak sesuai dengan syariah Islam, tetapi sejauh ini masih dianggap dibolehkan.
Ketika suatu perusahaan default kemudian disita dan dijual asetnya maka yang pertama dilunasi adalah obligasi / sukuk karena tidak dapat direstrukturisasi sedangkan hutang bank dan hutang korporasi masih dapat direstrukturisasi dan yang terakhir adalah saham.
Bagi perusahaan, biaya membayar sukuk lebih murah dibanding biaya membayar pinjaman bank sehingga lebih menguntungkan.
Sukuk murabahah salam dan istishna tidak dapat diperjualbelikan di pasar sekunder, sedangkan sukuk mudharabah musyarakah dan ijarah bisa diperjualbelikan di pasar sekunder.
Tugas dikumpulkan saat pertemuan terakhir: produk pasar modal, analisis terhadap perusahaan yang ada dalam DES (15) dari JII: historical, saham dan sukuknya seperti apa. Dikumpulkan soft copy via email. Perusahaan dibagi masing2 1 dan tidak ada yang sama.
Atau tugas meneliti tentang reksadana: analisis tentang reksadananya.
Dosen: Wiku Suryomurti
Saturday, November 8, 2014
PASCA: Manajemen Investasi (8) Pasar Modal Syariah
Pasar Modal Syariah
Pasar modal digunakan sebagai salah satu sumber pendanaan perusahaan untuk menambah dana bagi operasional perusahaan.
Bagi perusahaan pasar modal menjadi sumber hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang.
Bagi investor pasar modal merupakan sarana investasi, bagi perusahaan pasar modal dapat digunakan sebagai alternative likuiditas.
Pasar modal di Indonesia dibagi menjadi 2 yaitu yang konvensional dan yang syariah tetapi tetap di tempat dan wadah yang sama.
Reksadana syariah pertama yang dikeluarkan oleh perusahaan danareksa yaitu reksadana syariah berimbang yang terdiri dari campuran dua produk yaitu sukuk / obligasi syariah dan saham.
Indeks saham syariah Indonesia (ISSI) pertama tahun 2011, plus produk pertama syariah online trading yaitu trading saham dengan metode syariah yang telah mengeluarkan produk2 yang tidak syariah.
Landasan regulasi untuk pasar modal yaitu melalui Bapepam di bawah departemen keuangan, sekarang Bapepam di bawah OJK. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang di bawah departemen keuangan yang mengurus masalah hutang Indonesia termasuk penerbitan obligasi, sukuk.
Daftar Efek Syariah diperbarui tiap 6 bulan. Saat penerbitan mengikuti peraturan tentang Penerbitan Efek Syariah untuk saham, sukuk, reksadana syariah, efek beragun aset (EBA) syariah.
Fungsi OJK terdiri dari 9 komisioner yaitu untuk perbankan, bank Indonesia, kementrian keuangan, dst. OJK mengurus perbankan, pasar modal, dan lembaga keuangan bukan bank (IKNB).
Fungsi terhadap suatu produk di pasar modal ada dari dewan komisioner OJK, kepala eksekutif, SRO yaitu BEI, KPEI, KSEI, serta ada profesi penunjang seperti manajer investasi, lembaga penunjang, profesi seperti legal dan akuntan, pemodal, emiten, reksadana.
Pengaturan dan pengawasan ada di OJK tepatnya Bapepam LK bersama DSN-MUI berfungsi untuk menyusun regulasi dan fatwa, menyusun DES (daftar efek syariah), konsultasi kesesuaian syariah, pengembangan produk, sosialisasi dan edukasi pelaku pasar. Salah satunya yang mengurus kasus2 sukuk berdasarkan akad salam dan istishna yang baru ada barangnya beberapa periode mendatang, kemudian pada akad mudharabah yang nilainya tidak tetap, dst.
Lembaga dan profesi penunjang terdiri dari akuntan publik, underwriter, notaris, lembaga pemeringkat, konsultan hukum, dewan syariah, KSEI, bursa efek Indonesia, wali amanat.
Lembaga pemeringkat seperti pefindo yang menilai rating suatu produk efek.
Pasar modal syariah di dunia, sukuk telah diterbitkan oleh UK, Jerman, Korea Selatan, Jepang, Hongkong, Singapur, Prancis.
Mekanisme investasi di pasar modal, terutama di pasar sekunder: nasabah beli dan nasabah jual kemudian perdagangan dilakukan di lantai bursa oleh pedagang yang memiliki sertifikasi sedangkan proses penjaminan dan penyelesaian untuk transfer dana dan transfer efek serta pengalihan kepemilikan terjadi di KPEI-KSEI.
Daftar Efek Syariah: jumlah saham syariah sekitar 50% dari yang terdaftar dengan criteria tertentu. Diantara criterianya yaitu kategori bisnis: tidak boleh minuman keras, rokok, senjata, peternakan babi, keuangan non syariah. Kategori keuangan debt ratio yaitu hutangnya tidak terlalu besar dengan batas lebih kecil dari 45% serta total pendapatan bunga dan non halal terhadap revenue tidak lebih besar dari 10%. Penentuan criteria ini untuk Indonesia termasuk kategori moderate to strict. *Review laporan keuangan Panin Syariah apakah ada pendapatan non halal.
Pemilihan Jakarta Islamic Index: dari yang termasuk DES dipilih 60 terbesar kapitalisasinya kemudian dipilih 30 terbesar nilai transaksinya. ISSI terdiri dari semua saham syariah dan dilakukan pemeringkatan.
Dosen: Wiku Suryomurti
PASCA: Manajemen Investasi (7) Pasar modal
Perilaku investor:
1. Rasional yaitu memaksimalkan return dan meminimalkan risiko
2. Irrasional contohnya karena disebabkan aspek psikologis seperti over confidence, risk aversion, regret, emosi, manipulasi dipengaruhi politik serta hal2 lain yang termasuk behavioral finance.
Investor rasional akan berhadapan dengan EMH yaitu efficient market hypothesis bahwa pasar adalah efisien dalam hal informasi yang tersedia di pasar (available information). EMH menyatakan bahwa pasar yang efisien adalah pasar dimana harga sekuritas mencerminkan semua informasi yang tersedia dan relevan. Setiap informasi akan terserap pada harga di pasar baik yang merupakan informasi positif / good news yang menyebabkan harga naik maupun informasi negative atau bad news akan menyebabkan harga turun. Semakin cepat harga sekuritas merespon informasi yang sampai dan relevan maka semakin efisien pasar tersebut.
Ada 3 kelompok informasi yang dapat mempengaruhi harga sekuritas:
1. Informasi yang terkait dengan historical data contohnya data time series pergerakan harga saham, volume perdagangan dan nilai kapitalisasi pasar
2. Data yang dipublikasikan bagi seluruh pelaku pasar (public information) seperti laporan keuangan, pengumuman laba, pengumuman deviden, corporate action seperti stock-split
3. Private information atau informasi yang dirahasiakan dan merupakan informasi orang dalam contohnya strategi perusahaan seperti gaji karyawan. Jika ada yang membocorkan dan langsung bereaksi jual atau beli maka merupakan insider trading.
3 tingkatan efisiensi pasar:
1. Weak form: efisiensinya lemah yaitu informasinya hanya yang terkait data historis
2. Semi-strong form: efisiensinya setengah kuat yaitu merespon terhadap informasi historis dan public information
3. Strong form: efisiensinya kuat yaitu merespon terhadap informasi historis, public information, bahkan private information
Pasar di Indonesia masih berada pada level semi-strong form. Jika harga saham masih bisa diprediksi dengan data historical berarti masih berada pada weak form.
Jenis analisis saham:
- Technical: dari pergerakan data historis menggunakan regresi untuk menganalisa pasar weak
- Fundamental: makro ekonomi, industri, dan informasi terkait kinerja perusahaan itu sendiri dimana analisanya menggunakan event-study untuk pasar semi-strong
Untuk menganalisa pasar strong harus mengetahui apakah ada informasi dalam yang dibocorkan. Jika harga saham sudah dapat ditebak maka merupakan pasar yang tidak efisien, pada pasar yang efisien harga saham tidak dapat diprediksi. Tetapi ada pengecualian yaitu adanya anomaly yaitu yang berbeda dari kebiasaan seperti kenaikan harga pada setiap hari senin dan penurunan harga pada setiap hari jumat.
Cara menganalisa pasar strong adalah dengan membandingkan performance dari professional managers yang berbeda dari kebanyakan maka kemungkinan besar menerima informasi dalam (insider trading). Insider trading merupakan tindakan criminal di pasar.
Jika pasar benar2 efisien maka seluruh analisa tersebut tidak dapat dipakai karena harga saham tidak dapat diprediksi sama sekali dan harganya akan bergerak secara bebas.
Analisa fundamental melihat kondisi makro dulu kemudian turun ke industrinya kemudian ke perusahaannya, menggunakan top down approach untuk menentukan akan berinvestasi dimana.
Faktor2 ekonomi makro: GDP, tingkat pengangguran, tingkat bunga, nilai tukar, tingkat inflasi, kebijakan pemerintah: fiskal dan monetary, demand shock contohnya pengeluaran pemerintah untuk sektor mikro dibudgetkan besar maka akan menjadi demand besar, supply shock seperti turunnya harga komoditas tertentu karena sedang musim panen, educational level.
Analisis industri: estimasi EPS
Dosen: Dr. Endri
Saturday, September 27, 2014
PASCA: Manajemen Investasi (6) Performance Evaluation
Manajemen dan Pengukuran Kinerja Portofolio
Menilai portofolio seperti reksadana yang dimiliki untuk dibandingkan dengan pasar seperti JII apakah lebih baik atau lebih buruk baik dari sisi return, dsb.
Pengukuran kuantitatif menggunakan berbagai metode.
Pendekatan investasi aktif harus selalu melakukan monitor dan melakukan perubahan jika ada yang kurang perform dibanding yang diharapkan dan mengganti dengan investasi lainnya. Pendekatan aktif ini menggunakan analisis teknikal yaitu melihat pergerakan investasi yang dimiliki per periode jangka pendek seperti per bulan, tidak untuk jangka panjang.
Pendekatan investasi pasif hanya mengikuti pergerakan setelah dibentuk portofolionya.
Manajemen portofolio: membuat standarisasi yang dapat diikuti semua investor.
Proses manajemen portofolio syariah:
1. Membuat kebijakan investasi: agresif, moderat, konservatif ; berapa expected returnnya
2. Syariah screening untuk saham, sukuk, reksadana, sektor riil (emas, property, perkebunan, dll)
Review secara detil: company profile (manajer investasi, isinya apa saja, umurnya berapa, history)
Financial analysis baik secara teknikal maupun fundamental.
Coassessment
Apakah dananya tersedia dan harganya sesuai?
3. Memilih saham apa saja isinya
4. Alokasi aset: berapa bobot investasi untuk masing-masing produk?
5. Monitoring: bisa per bulan, per 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun.
Purification of earning: mengeluarkan zakatnya bila telah mencapai nishab.
Semua hal dilakukan secara terus menerus: continuous improvement & re-evaluation.
1. Mengidentifikasi tujuan, hambatan, dan preferensi
2. Mengembangkan dan mengimplementasikan strategi
3. Memonitor kondisi pasar, campuran aset, dan kondisi investor: bagaimana kondisi pasar seperti Negara dengan segala kebijakannya, pertumbuhan ekonomi antara 5,5 – 7 (growth). Kondisi investor yang dilihat adalah pendapatannya seperti kenaikan gaji, atau mendapatkan harta warisan, adanya pengurangan atau penambahan anggota keluarga sehingga harus menghitung investasi tambahan.
4. Melakukan penyesuaian yang diperlukan terhadap portofolio. Seperti jika suatu saham mengalami penurunan maka apakah dapat naik atau akan turun terus dan sebaiknya dilepas karena sudah tidak layak dipertahankan.
Investor institusi memiliki dana yang sangat besar oleh karena itu jika dipindahkan secara drastic akan dapat menyebabkan pasar bereaksi oleh karena itu jangka waktu investasinya lebih lama dan profilnya hampir sama di setiap waktu tetapi ada beberapa bagian yang tidak dapat dimasukinya seperti asuransi tidak meletakkan investasi di property karena likuiditasnya yang rendah.
Investor individu profilnya berbeda sesuai usia, dan risiko dianggap sebagai kehilangan uang, memiliki tujuan keuangan, perpajakan menjadi faktor yang penting dalam pertimbangan.
Secara umum, return investasi yang termasuk konservatif adalah yang berada di bawah 10%, moderat antara 10% sampai 20% sedangkan yang agresif diatas 20%. Nilainya dapat bertambah sejumlah return tetapi juga resiko kehilangan sampai sebesar itu.
Benchmarking: pembanding untuk penentuan kinerja, seperti: IHSG, JII, indeks per sektor industri untuk membandingkan kinerja portofolio yang dimiliki.
Treynor’s Measure
Menggunakan beta atau benchmark security market line. Resiko non systematic dianggap sudah tidak ada, hanya ada resiko pasar seperti harga rupiah, harga bahan baku, kebijakan2 makro, dsb. Terdiri dari rumus “treynor market” dan “treynor measure” untuk portofolio yang dimiliki.
Sharpe Performance Measure
Menggunakan standar deviasi dan tidak menggunakan beta. Semakin tinggi nilai sharpe semakin bagus sebuah portofolio investasi.
Penggunaan Treynor atau Sharpe tergantung asumsi, untuk menilai performance portofolio.
Jensen’s Alpha
Menggunakan model regresi. Alphanya jika positif kinerjanya baik sedangkan negative menunjukkan kinerja buruk sedangkan jika mendekati 0 maka mendekati pergerakan pasar.
Information Ratio
Membagi alpha dengan nonsystematic risk: menggunakan standar deviasinya. Nonsystematic risk dianggap sudah dapat dihilangkan dengan adanya diversifikasi. Mendekati 0 tetapi tidak sampai hilang samasekali nonsystematic risknya. Alpha portofolio dibagi dengan standar deviasinya.
UTS membawa kalkulator dan closed book materi: risk return, portofolio, CAPM, performance evaluation (treynor, sharpe, jensen)
Dosen: Wiku Suryomurti
Saturday, September 20, 2014
PASCA: Manajemen Investasi (5) APT
Investasi: komitmen atas sejumlah dana atau sumberdaya lainnya yang dilakukan pada saat ini dengan tujuan untuk memperoleh sejumlah keuntungan di waktu yang akan datang
Tahapan Investasi:
1.Penentuan tujuan investasi
2.Penentuan kebijakan investasi
3.Pemilihan strategi portofolio
4.Pemilihan aset
5.Pengukuran evaluasi kinerja portofolio
Tujuan umum investasi: untuk meningkatkan kekayaan, keuntungan, kemakmuran. Sedangkan tujuan khususnya bisa berbeda2.
Pertimbangan dalam investasi: pengembalian dan resiko.
Risk terdiri dari: risk-free assets, dan risky assets. Risk free assets contohnya deposito yang dijamin oleh LPS, sukuk, bonds baik government mauapun corporate.
Penentuan kebijakan investasi dimulai dengan alokasi aset, distribusi dana, batasan besarnya dana serta beban pajak dan pelaporan.
Strategi portofolio yaitu terdiri dari strategi aktif dan strategi pasif. Aktif menggunakan segala informasi yang tersedia sedangkan pasif hanya melihat kinerja pasar dengan asumsi informasi yang ada telah direfleksikan pada harga saham.
Portfolio efficient memiliki 2 karakteristik yaitu risk minimum untuk expected return tertentu atau expected return maksimum dengan resiko tertentu. Digambarkan dengan kurva efficient frontier atau kurva garis efisien yang menggambarkan hubungan trade-off antara risk dengan return.
Dalam konsep CAPM, investor diasumsikan dapat meminjam dana untuk investasi dengan biaya tertentu dengan harapan pengembalian lebih besar dari biaya peminjaman. R adalah batas minimum pengembalian yang diharapkan untuk suatu investasi karena jika lebih rendah dari itu maka produk investasi yang dipilih akan dipindahkan pada yang tidak beresiko seperti deposito.
Risiko ada yang systematic ada yang unsystematic, sedangkan dalam teori CAPM resiko unsystematic diminimalkan dengan adanya diversifikasi.
Resiko adalah perbedaan antara actual return dengan expected return, penghitungannya dengan memasukkan unsur probabilitas terhadap tingkat expected return tertentu.
Faktor yang mempengaruhi harga saham: fundamental dan teknikal. Fundamental dimulai dari faktor makro, faktor industri, dan faktor perusahaan termasuk isu-isu yang berkembang atas ketiga kondisi faktor tersebut seperti apa dampak kebijakan tertentu terhadap pengembangan bisnis.
Rumus expected return menggambarkan bahwa yang mempengaruhi expected return hanya satu faktor yaitu resiko pasar. Tekniknya dengan CAPM (capital asset pricing model) dan APT (arbitrage pricing theory).
CAPM: hubungan risiko dengan return secara sederhana dengan menggunakan 1 variabel saja yaitu beta untuk menggambarkan resiko. Estimasi model CAPM menggunakan 1 faktor saja.
APT adalah model alternative yang lebih kompleks untuk menggambarkan hubungan risiko dengan return. APT menggunakan multi factor yaitu yang ada di CAPM di break down lagi oleh model APT.
Hukum satu harga yaitu the law of one price yaitu aktiva yang berkarakteristik sama tidak dapat dijual dengan harga yang berbeda, jika dilakukan maka akan terjadi arbitrase.
Asumsi yang digunakan dalam APT semua investor punya harapan yang sama (homogen) dan risk averse tetapi mau menanggung resiko yang lebih besar jika dikompensasi dengan rate yang besar.
Kelemahannya adalah data yang digunakan adalah data ex ante dan terjadi di masa depan dan tidak dapat diprediksi. Dan belum ada kesepakatan atas faktor2 apa saja yang relevan dan berapa jumlahnya.
Abnormal return adalah pasar bergerak secara bebas setiap informasi yang masuk akan mempengaruhi harga saham di pasar. Tetapi dalam kenyataannya ada anomali yaitu pergerakan yang melenceng dari hipotesis pasar efisien bahwa tidak ada seorang pun yang dapat mempengaruhi harga pasar padahal adanya penurunan harga pada hari jumat dan kenaikan pada hari senin merupakan salah satu anomali tersebut.
Kesimpulan APT sekuritas yang berbeda mempunyai sensitivitas yang berbeda terhadap risiko sistematis yang berbeda. Faktor sistematis adalah yang tidak dapat dipengaruhi seperti kondisi global, dll. Sedangkan faktor spesifik adalah yang terjadi pada perusahaan dan dapat dihilangkan dengan diversifikasi
Dosen: Dr. Endri
Saturday, September 13, 2014
PASCA: Manajemen Investasi (4) BETA dan CAPM
BETA
Datanya dari perusahaan rating (contoh: pefindo). Beta yang menentukan karakteristik saham terhadap pasar modal. Beta mengukur seberapa sensitive sebuah saham terhadap pasar (contoh IHSG) atau pergerakan saham terhadap IHSG apakah bersamaan, berlawanan, atau tidak terpengaruh.
Untuk menghitung: diskonto, valuasi harga saham dg pendekatan pendapatan dan metode CAPM (capital asset pricing model).
Beta dihitung berdasarkan data 3 tahun sehingga berguna juga bagi yang menggunakan fundamental selain berguna baik yang menggunakan teknikal.
Suspensi yaitu dibekukan, tidak diperdagangkan selama jangka waktu tertentu. Adjusted beta adalah hasil perhitungan dari raw beta.
Langkah:
1. Menghitung return (rumus arithmetic return). Periode yang digunakan hari pertama dengan hari kedua.
2. Menghitung raw beta: regresi return harga saham dan return indeks pasar
3. Menghitung adjusted beta: normalisasi raw beta untuk mendekati 1
Perusahaan listed adalah yang sudah IPO dalam listing sedangkan Tbk adalah yang sudah masuk pasar sekunder.
Beta digunakan untuk menghitung CAPM.
Keadaan bursa dianggap dapat menggambarkan kondisi ekonomi suatu Negara karena 90% pergerakan uang ada didalamnya.
Saturday, September 6, 2014
PASCA: Manajemen Investasi (3) TEORI PORTOFOLIO INVESTASI SYARIAH
TEORI PORTOFOLIO INVESTASI SYARIAH
Portofolio yaitu menginvestasikan dana pada beberapa produk investasi yang berbeda. Landasannya adalah jika hanya memegang satu saham tertentu dan kemudian ada kebijakan pajak tambahan pada saham industri tersebut maka sahamnya kemungkinan turun dan mempengaruhi saham yang dimiliki. Contohnya jika memiliki investasi rumah di 1 lokasi dan terkena musibah maka dapat turun nilainya bahkan hingga tidak ada nilai samasekali. Jika memiliki dua saham tetapi ada di satu jenis industri yang sama juga masih tetap beresiko karena dampak industri akan terkena pada keduanya. Oleh karena itu portofolio investasi sebaiknya jenis industrinya dibedakan (diversifikasi portofolio).
Harus diketahui nilai yang diinginkan (expected return). Untuk nilai expected return yang sama tetapi terdapat beberapa nilai resiko yang berbeda ada yang resikonya rendah, sedang, dan tinggi.
Setiap level resiko yaitu ketika resikonya naik maka seharusnya expected returnnya harusnya juga naik dan jangan sampai turun, hubungan antara resiko dengan expected return adalah positif. Expected return dari sebuah portofolio (rata-rata tertimbang) yaitu bobot atau weight dari masing2 investasi. Expected return sebuah portofolio adalah jumlah tertimbang dari expected return masing2 investasi yang ada didalam portofolio dikalikan weightednya yaitu bobotnya.
Risiko portofolio bukan penjumlahan sederhana dari sekuritas pembangun portofolio. Sekuritas dianggap beresiko jika menambah risiko total portofolio yaitu jika ia ditambahkan dalam portofolio maka resikonya akan naik. Tetapi sekuritas tersebut juga harus dapat menambahkan expected return portofolio jika tidak maka tidak ada gunanya menambahkan sekuritas tersebut.
Risiko portofolio dapat dikurangi dengan diversifikasi (insurance principle) yaitu penambahan aset (produk) sekuritas akan menurunkan resiko.
Tetapi bagaimanapun risiko portofolio tidak dapat turun hingga lebih rendah dari satu titik angka tertentu (contohnya: 20%) karena resiko hanya ada 2 yaitu non-systematic risk dan systematic risk. Diversifikasi hanya dapat menurunkan resiko non-systematic seperti adanya perubahan bisnis pada perusahaan tersebut tetapi adanya resiko systematic yang tidak dapat dikontrol oleh perusahaan seperti resiko pasar contohnya kenaikan bbm tidak dapat dihilangkan resikonya.
Jenis2 diversifikasi:
Naïve diversification yaitu penambahan secara acak dan asal.
Diversifikasi Markowitz: non-random dengan mengetahui hubungan antar sekuritas yaitu jika keduanya semakin tinggi korelasinya maka lebih dekat dan biasanya terdapat dalam satu sektor yang sama maka berarti pergerakan keduanya bersamaan.
Mengukur resiko portofolio yaitu dengan memperhitungkan 3 faktor yaitu variance (risk), covariance antara masing-masing pasangan sekuritas, dan bobot. Harus mengetahui berapa bobotnya untuk dapat mengetahui expected returnya.
Menghitung resiko portofolio
A B C
expected return 12% 15% 21% a. hitung expected return portofolio yang terdiri dari ABC dengan proporsi berimbang
bobot portofolio ABC 0.333333 0.333333 0.333333 expected return portofolio = jumlah expected return masing2 dikalikan bobot
deviasi standar 9% 12% 15% 0.1584 16% 0.16
bobot portofolio AB 0.666667 0.333333
koefisien korelasi A-B 0.8 b. hitung standar deviasi portofolio yang terdiri dari A dan B dengan proporsi A dua kali proporsi B
koefisien korelasi A-C -1 bobot, standar deviasi masing2, koefisien korelasi
0.0052
0.00384
0.00904
c. hitung bobot jika standar deviasi portofolio yang diinginkan 0
PASCA: Manajemen Investasi (2) KONSEP RISK DAN RETURN DALAM INVESTASI SYARIAH
KONSEP RISK DAN RETURN DALAM INVESTASI SYARIAH
Antara risk dan return munculnya selalu bersamaan, secara syariah risk goes along return / resiko akan menyertai keuntungan / al ghunmu bil ghurmi.
Semakin tinggi ekspektasi return maka akan semakin tinggi resikonya, tetapi jika resiko tinggi belum tentu pengembaliannya tinggi. Kasus risk free investment: start pengembalian tidak dimulai dari 0 tetapi dimulai dari titik yang dijamin.
Masuknya risk free investment dalam portfolio investasi dilakukan untuk mengurangi risiko portfolio secara keseluruhan.
Aset terdiri dari yang bebas resiko dan yang beresiko (*perspektif konvensional)
Yang bebas resiko yaitu seperti surat utang Negara: SBI, SWBI, sukuk, Government T-Bills. Rasio hutang terhadap GDP Indonesia adalah 25% (hutang Indonesia 25% dari GDP), Negara lain seperti Amerika bisa memiliki 100% atau lebih. Sistem anggaran Indonesia menganut sistem deficit yaitu lebih besar pengeluaran daripada pendapatan, yaitu salah satunya untuk adanya balancing. Hutang nasional terdiri dari hutang pemerintah dan hutang swasta.
Dalam Islam, risiko adalah sesuatu yang sesuai dengan sunatullah (QS Luqman: 34). Risiko adalah bagian dari ikhtiar dan berhubungan dengan tawakkal. Kisah Nabi Yusuf as dengan 7 musim panen dan 7 musim kering dapat menjadi contoh manajemen risiko dan contoh financial planning.
Menurut pendapat ini konsep bebas resiko (risk-free risk) tidak ada dalam syariah karena setiap pekerjaan memiliki tingkat resiko yang berbeda2.
Pembagian resiko dalam syariah terdiri dari 3 yaitu: speculative risk (maysir), unnecessary risk (gharar), dan allowable risk (natural risks) dengan potensi risiko maysir paling sedikit, gharar menengah dan allowable risk paling banyak.
Maysir dan gharar = game of chance, ditentang dalam QS Al Maidah: 90-91.
Literatur keuangan syariah tidak mengakui adanya resiko nilai tukar, non-natural inflation risk, karena merupakan bagian dari gharar.
Risiko investasi terbagi 2 yaitu risiko sistematik dan non-systematic. Contoh systematic risk yaitu krisis tahun 2008 yang dipicu oleh subprime mortgage di Amerika yang menimbulkan implikasi pada bursa efek di Indonesia karena banyak yang menarik investasi karena memerlukan dana sehingga banyak saham dijual di bursa.
Sedangkan risiko produk dibagi 3 yaitu: rendah, sedang, tinggi.
Pembagian investasi:
- Berdasarkan sektor: keuangan, riil
- Berdasarkan jangka waktu: pendek, menengah, panjang
- Berdasarkan profil risiko: rendah, sedang, tinggi
Yield vs capital gain. Contoh yield: hasil dari penyewaan properti, capital gain adalah keuntungan penjualan dari pembelian contoh saat dibeli 500 juta dan dijual 700 juta maka capital gain sebesar 200 juta.
PASCA: Manajemen Investasi (1)
Tujuan: sebagai pelaku investasi atau untuk mengelola dana sebagai manajer investasi baik investasi sektor financial maupun sektor riil.
Silabus
1. Pengantar: sistem keuangan syariah
- Sistem keuangan syariah
2. Return dan risiko investasi
- Konsep, jenis dan pengukuran
3. Teori portfolio
- Teori ketidakpastian
- Asumsi dasar teori portfolio
-
4. Seleksi portfolio dan asset pricing model 1
-
5. Seleksi portfolio dan asset pricing model 2
6. Manajemen dan pengukuran kinerja portfolio
- Proses manajemen portfolio syariah
- Pengukuran kinerja portfolio
- Treynor’s measure
- Sharpe measure
- Jensen & alpha
7. UTS
8. Pasar modal
9. Saham
10. Sukuk
11. EMH (efficient market hypothesis) apakah pasar modal efisien, tidak ada insider trading dan banyak spekulasi
12. Reksadana syariah: produknya apa saja, cara menghitung NAV. WMI = wakil manajer investasi.
13. UAS
Paper: tugas akhir min 10 halaman
Buku referensi:
Sektor:
1. Finansial: pasar modal syariah
2. Riil: teori matematika
Teori matematika untuk sektor financial sudah lengkap dan risetnya berkembang, sedangkan di sektor riil perhitungannya lebih sederhana.
Property: gain dan yield. Gain adalah kenaikan nilai asset, yield adalah pendapatan yang dihasilkan oleh asset tersebut contohnya jika disewakan.
Emas juga memiliki gain dan yield, yield didapatkan jika melakukan jual beli emas.
Investasi riil lainnya yaitu perkebunan, dan direct investment untuk perusahaan bisnis.
Perspektif tentang Investasi
- berdasarkan teori, investasi adalah menahan sebagian harta untuk dikonsumsi dengan harapan pada saat dibutuhkan didapatkan sesuai dengan keinginan
Pembahasan investasi selalu ada unsur:
1. tujuan: harus spesifik tujuan dan nilainya
2. waktu: jangka waktunya ditargetkan
3. nilai investasi: berapa yang harus dimasukkan sebagai modal untuk mendapatkan nilai yang diinginkan
Subscribe to:
Posts (Atom)