It's my personal online notebook, tapi sepertinya isinya bisa dishare. Feel free to quote by mentioning the source "yang mau kutip jangan lupa sebutkan sumbernya ya" :) semoga bermanfaat..
Labels
- cognitive bias
- dalil ekonomi
- diskusi
- distribusi
- family psychology
- filsafat ekis
- finance for kids
- fiqh muamalah kontemporer
- ikigai
- konsumsi
- literasi
- makro islam
- man harta
- man investasi
- man resiko
- man strategi
- maqashid
- metolit
- motivasi
- muhammadiyah
- parenting
- penelitian
- personal finance
- personal finance theoretical frameworks
- seminar pasca
- tesis
- thejourney
- ushul fiqh
- Wakaf
Showing posts with label man strategi. Show all posts
Showing posts with label man strategi. Show all posts
Saturday, November 8, 2014
PASCA: Manajemen Strategi (6) Balanced Scorecard
Indikator untuk 4 perspektif
Keuangan / Finansial: dapat membaca laporan keuangan R/L rugi laba
Non financial: diperbanyak indikator di sebelah ini agar lebih berkah
Contoh target untuk lulusan S2
1. Keuangan / financial: dapat membaca laporan keuangan: rugi/laba, balance sheet, cashflow. Termasuk rasio-rasio keuangan. Faktor yang mempengaruhi cashflow yang tidak lancar: asumsi overestimate sehingga harus menggunakan asumsi yang berubah2 untuk keadaan yang berbeda2 dalam sensitivity analysis.
2. Customer:
3. Proses:
4. Learning & Growth: kompetensi pengetahuan, sharing knowledge (knowledge management)
Operation perspective untuk industri pendidikan: curriculum development, teaching activity.
Dari proses: recruitment, curriculum development, teaching activities, evaluation ditarik ke level customer dengan indikator2 seperti: student satisfaction, student growth rate, brand image. Kemudian hasilnya ada di financial.
Kaitan satu inisiatif dan activity dengan yang lain dalam satu perusahaan saling berkaitan erat.
Banyak ide inovasi datang dari karyawan bukan dari manajemen, oleh karena itu knowledge sharing merupakan hal yang penting.
Berkinerja: mengukur semua unit dalam perusahaan menggunakan KPI yang membuat setiap bagian merasa bernilai.
Strategy Maps *utk uas
1. develop the strategy: melakukan pekerjaan formulasi seperti visi misi
2. translate the strategy: mengubah menjadi KPI, dsb
3. align the organization: contohnya KPI dosen semua menyambung pada proses teaching
4. plan operations: mengeksekusi dgn plan-do-check-act
5. monitor & learn: monitoring harian, mingguan, bulanan, tahunan.
6. test & adapt:
- vertikal: dari atas ke bawah bersambung indikatornya
- conversion rate: dari target financial ditarik ke unit misalnya berapa project yg harus didapatkan, berapa banyak kontrak yg diikuti, berapa banyak proposal yg harus disiapkan, hal ini dapat diketahui dengan jam terbang. Jam terbang didapatkan dari pengalaman dan tidak dapat ditemukan di textbook.
- rekrut orang2 yang sesuai dengan perusahaan
Membuat Balanced Scorecard
KPInya diberi proporsi
Dosen: Ahmad Mukhlis Yusuf PhD
Saturday, September 27, 2014
PASCA: Manajemen Strategi (5) Balanced Scorecard
Tugas UTS per group
Menganalisa industri yang sudah dipilih untuk mengerjakan study case dari segi business strategy bisnis yang sudah berjalan dan membawa ke bisnis plan yang dimiliki, dengan perincian terlampir untuk membuat strategic map masing-masing.
- PESTEL analysis: strategic issues
- Industry analysis: Porter’s 5 Forces. Is the industry still attractive?
- Strategy formulation: SWOT / TOWS, generic strategies
- Recommended
-
- Eksekusi: KPI apa saja faktor yang penting untuk menjalankan bisnis
- landasan syariah untuk menjalankan bisnis agar lebih dari sekedar bisnis
Deadline: 11 Okt 2014
BALANCED SCORECARD
Strategy maps, alignment, and strategy execution system
Kemampuan pengelolaan bisnis didapatkan secara bertahap dari kecil hingga naik perlahan secara operasional harus menguasai juga disamping memikirkan strategic issues sehingga dapat menurunkan strategic thinking menjadi perilaku di tingkat operasional.
Strategy formulation VS strategy implementation
Strategy implementation di tingkat operasional. Membuat suatu visi yang lebih besar dibanding masalah operasional yang ditemui setiap hari.
Survey organisasi menunjukkan link antara strategi dengan operasional kecil tingkatnya yaitu hanya 5% workforce yang mengerti strategi organisasi, hanya 25% insentif yang sejalan dengan strategi organisasi, hanya 40% budget yang sesuai dengan strategi, pembicaraan strategi di tingkat manajemen kurang waktunya tetapi lebih banyak menyelesaikan tingkat operasional sehari-hari.
Hambatan yang ditemui tersebut terdiri dari visi, orang, resource, manajemen.
Konsistensi dalam praktek yang sesuai dengan strateginya, konsistensi pada mengerjakan kelebihan yang dimiliki dalam mengusahakan bisnis yang diinginkan. Konsistensi diletakkan dalam sistem organisasi bisnis tersebut.
Balance scorecard mengukur apa yang dianggap penting dalam organisasi. Fokus pada today dan tomorrow sedangkan yesterday yaitu aspek financial hanyalah dampak dari customer experience, dsb. Melayani customer, memperlakukan aset, akan menghasilkan dampak pada financial. Paradigma manajemen harus diperuntukkan bagi investasi bukan sebagai beban, menentukan apa yang menjadi “mean” atau cara dan apa yang menjadi “end” atau tujuan.
Strategy map menggambarkan sebuah hubungan antara masing-masing bagian dalam organisasi. Dalam setiap industri prosesnya berbeda-beda sehingga KPI nya juga berbeda-beda. Identifikasi supply chain, gambar proses di industri masing-masing.
Dosen: Ahmad Mukhlis Yusuf PhD
Saturday, September 20, 2014
PASCA: Manajemen Strategi (4) Maslahah Performa
MANAJEMEN STRATEGIS MENGGUNAKAN PENDEKATAN ISLAMI
Maslahah Performa
Islamic Strategic Management System
Konsep maslahah untuk organisasi diturunkan dari maqashid syariah untuk individu.
Maqashid syariah dengan urutan yang tidak ditetapkan oleh imam2 tetapi yang konsisten adalah maal di urutan terakhir.
Sifat organisasi hampir sama dengan sifat manusia seperti: membutuhkan energy, mengalami tahap pertumbuhan dari mulai awal sampai memiliki akhir, setiap yang bernyawa pasti mati akan tetapi kemanfaatannya harus sustainable. Contoh seperti pendiri ikhwanul muslimin telah meninggal tetapi manfaat organisasinya masih terus ada.
Kekuatan suatu organisasi dilihat dari bagian terlemah dari organisasi tersebut. Kekuatannya terletak pada bagian terlemah. Contohnya harga sebuah tas mahal tetapi resletingnya rusak dalam jangka waktu 1 bulan maka sebesar itulah kekuatan tas seharga tersebut.
Jiwa organisasi terletak pada proses yang paling lemah. Kebutuhan terhadap jiwa dalam maslahah. Contohnya individu yang meninggal karena ada masalah hanya pada salah satu organnya seperti contohnya ginjal walaupun organ lain masih bagus tetapi karena ada satu hal yang tidak berfungsi lagi maka tidak dapat berfungsi seluruh tubuhnya.
Kebutuhan keturunan di organisasi diwakili dengan talent baru yang memiliki visi sama dengan founder sehingga yang menjadi inti sustainabilitynya adalah pada kebaikan organisasi tersebut.
Kebutuhan akal dalam organisasi digambarkan harus adanya learning yang harus didukung dengan kebutuhan jiwa yaitu selalu mengedepankan kebaikan.
Customer bagi organisasi sangat penting karena tidak mungkin ada organisasi tanpa ada customer tetapi merupakan media Allah untuk memberikan rezekinya bagi organisasi sedangkan organisasi merupakan media Allah untuk memberikan layanan pada customer.
Perusahaan yang berbasis maslahah harus ada compliance terhadap syariah dan compliance terhadap legal dan tidak boleh salah satunya dilepaskan. Proses utama adalah proses penciptaan nilai, improvement dan innovation harus ada untuk menjaga sustainability sebuah organisasi.
Manajemen resiko ada di setiap bagian dari sebuah organisasi. Compliance di bagian atas bagan merupakan bagian kepatuhan sedangkan di bagian bawah bagan merupakan bagian inovasi.
Talent harus memiliki capability dan capacity, capability adalah kemampuan sedangkan kapasitas adalah porsi yang mampu diambil. Contohnya gelas adalah kapasitas sedangkan airnya adalah capability. Oleh karena itu harus menempatkan orang dengan kapabilitas yang sesuai dengan kapasitasnya. Jika orang yang memiliki capability yang lebih tinggi ditempatkan di pekerjaan dengan kapasitas kecil maka akan tidak tersalurkan kemampuannya sehingga ia akan mengganggu proses lainnya. Juga bila kapasitasnya terlalu besar untuk capabilitynya maka ia mau mengerjakan tetapi tidak bisa memenuhi tuntutan pekerjaan.
Capability dan capacitynya juga terdiri dari 2 hal yaitu agama dan ilmu, agama adalah aqidah akhlak dan syariah sedangkan ilmu adalah insight, knowledge, skill, education and experience.
Seseorang harus mampu di bidang agama dan bisnisnya secara berimbang. Learning dalam organisasi juga untuk kedua faktor yaitu pengelolaan ibadah dan pengelolaan organisasinya.
Pada akhirnya akan menjadi suatu siklus cara mendapatkan harta dan cara membelanjakan harta. Jika suatu organisasi meng encourage karyawan untuk melakukan ibadah maka jiwanya akan menjadi tenang dan memiliki talent yang baik di agama maupun di ilmu sehingga proses learningnya menjadi baik juga dan menyebabkan customer puas atas layanannya dan bertambah sehingga harta organisasi bertambah juga. Harta tersebut tidak boleh dibiarkan tetapi harus dialokasikan lagi berdasarkan porsinya untuk customer, untuk learning dan talent, untuk internal process, dan untuk ibadah. Siklusnya kembali pada ibadah lagi.
Siklus PDCA plan-do-check-action digunakan untuk melaksanakan sistem kinerja MaP yaitu merencanakan kemudian dilakukan kemudian dicek dan setelahnya dikerjakan atas hasil evaluasinya dan kemudian direncanakan lagi langkah berikutnya. Plan ada 5 dari 8 langkah dalam PDCA untuk maslahah performa ini. Plan 5 langkah, do 1 langkah, dan check 1, action 1.
1.menyusun perencanaan strategis, 2.mengidentifikasi fondasi kemaslahatan, 3.menentukan perilaku kemaslahatan, 4.menentukan ukuran, 5.menyepakati kontrak kerja, 6.menerapkan kinerja, 7.melakukan pemantauan, 8.melakukan tindak lanjut.
Manajemen kinerja sangat berhubungan dengan manajemen strategis.
Dalam penentuan ukuran harus diturunkan dari manajemen atas ke unit kerja di bawahnya oleh karena itu alignment atau menyelaraskan dari ukuran kerja yang diatas menjadi ukuran kerja yang dibawahnya. Koordinasi antar bagian juga harus dipelihara agar hasil kerjanya sesuai dengan ukuran kinerja di organisasi tersebut. Proses menurunkan kinerja dari atas ke bawah sedangkan proses penilaian dilakukan dari bawah ke atas sehingga nilai kinerja individu digabungkan menjadi nilai bagian dan digabungkan menjadi nilai organisasi.
Konsepnya adalah semakin banyak mengeluarkan dana-dana kebaikan maka akan meningkatkan wealth perusahaan tersebut.
Menerapkan kinerja dengan menggunakan siklus perencanaan strategis kemudian dibuat rencana kerja tahunan, dan dibuat pengalokasian sumber daya dan penerapan program kemudian kembali ke perencanaan strategis.
Langkah terakhir adalah melakukan pemantauan melalui pemantauan kinerja individu dan organisasi, juga menjalankan coaching serta pemantauan kinerja dengan sistem online.
Dosen: Dr. Achmad Firdaus MSi
Saturday, September 6, 2014
PASCA: Manajemen Strategi (3)
Value Chain terdiri dari primary activities dan supporting activities.
Contohnya primary activities terdiri dari: supply chain, manufacturing, brand, distribusi.
Supporting: IT, finance, human resources, operation.
Suatu industri tidak harus mengambil semua tahap, dan dapat konsentrasi pada 1 tahapan saja, yang menentukan pilihan tahapan dari sebuah industri adalah kompetensi yang dimilikinya, dan melihat pasar yang tersedia untuk membuat produk tersebut.
Contohnya seorang yang memiliki keahlian di bidang keuangan / finance dan menemukan banyak usaha kecil di sekitar lingkungannya maka akan dapat memberikan modal kerja pada usaha kecil.
Faktor yang menjadi pertimbangan dalam menentukan konsentrasi bisnis: kompetensi yaitu kekuatan dan kelemahan yang telah dimiliki untuk memanfaatkan peluang (opportunities) yang ada di market yang ada, hal ini disebut dengan cash flow strategy.
Contohnya yaitu perusahaan seperti google dan anak perusahaannya tidak mendapatkan keuntungan dari iklan tetapi data yang dimasukkan pengguna menjadi milik mereka dan diolah agar dapat dijual kepada perusahaan besar seperti Microsoft.
Apa faktor2 eksternal (politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan) yang mempengaruhi bisnis yang dipilih.
Yang terpenting dalam manajemen strategi ini adalah menyeimbangkan antara financial goals dengan non financial goals bahkan menjadikan semua urusan yang dikerjakan tidak ada pembagian antara urusan dunia dengan urusan akhirat melainkan semuanya menjadi kesatuan yaitu merupakan bagian dari urusan akhirat.
1.What are the industry’s dominant economic features?
2.What kind of competitive forces are industry members facing?
3.What factors are driving industry change and what impacts will they have?
4.What market positions do rivals occupy – who is strongly positioned and who is not?
5.What strategic moves are rivals likely to make next?
6.What are the key factors for future competitive success?
7.Does the outlook for the industry present an attractive opportunity? Apakah peluangnya masih menarik saat ini yaitu apakah sudah banyak pemain di bagian bisnis tersebut.
Macro environment yang menentukan: populasi demografis, teknologi,
Membobotkan strengths dan weaknesses yang dimiliki, mengidentifikasi opportunities dan threats yang ditemui dan dibuat matriksnya dalam pembahasan industry attractiveness.
Dosen: Ahmad Mukhlis Yusuf PhD
PASCA: Manajemen Strategi (2)
Crafting & executing
Perbedaan crafting dengan formulating. Istilah crafting lebih suka digunakan karena dalam leadership dibutuhkan seni untuk “get things done”.
The art and science of strategic management. Science dengan belajar tools2 dan teknik2, sedangkan art adalah pemahaman dan kemampuan untuk menjalankan strategi dengan baik.
Tugas membuat business plan: business model canvas
Sukses berdasarkan definisi pak MSA adalah the state between Alhamdulillah (karena telah menyelesaikan sesuatu) and Bismillah (karena akan memulai sesuatu yang lain).
Salah satu ilmu dalam mengeksekusi adalah membangun kebiasaan baik membangun kebiasaan di organisasi maupun dalam individu yang dapat dimulai dari sejak usia dini.
A strategic vision is a road map showing the route a company intends to take in developing and strengthening its business. It paints a picture of a company’s destination and provides a rationale for going there.
Strategic vision memvisualisasikan tujuan dan menyampaikan rasionalisasi untuk menuju kesana yaitu untuk menjawab pertanyaan mengapa harus kesana.
Exercise: Mission statement
Membuat misi: jawaban atas pertanyaan “what will we do to make a profit?”
Misi dapat berubah sesuai dengan apa yang dianggap penting oleh pemilik misi tersebut dalam suatu periode tertentu.
Values: 4-8: memperkuat misi perusahaan
Level
- Korporat: memilih bisnis yang menarik dan kemudian mengukur dari level korporat, contoh: group CT. memilih arah bisnis, how to direct
- Bisnis strategy: how to compete, how to win. contoh: Shafira
- Functional:
- Operating:
Dosen: Achmad Mukhlis Yusuf PhD
PASCA: Manajemen Strategi (1)
1 • The Value of Strategic Management from an Islamic Perspective
• The Framework of Islamic Strategic Management
• Term project assignment & group setting.
2 • Conventional Strategic Management: Strategic Inputs, Formulating into Strategic Actions
• The Concept of Maslahah Scorecards
• Competitive Strategy: A Means or an End and the Importance of Stakeholders
3 • The Strategy and Execution system: Linking Strategy to Operations for Competitive Advantage
• Four Fundamental Problems
• Corporate Governance and Ethics
Terms project discussion
Case Discussion: assessing Islamic banking industry in Indonesia by using business model canvas.
4 • Organizational Justice
• Competitive Rivalry and Dynamics
Case Discussion: assessing the riel business sector in Indonesia (corporate) by using business model canvas.
5 • Leadership Implication for Strategy
• Islam Transform People and Leaders
Case Discussion: assessing Islamic banking industry in Indonesia (Micro-syariah, SMEs)
6 • The Challenge of Culture
• The Organization Alignment and the Discipline on Strategy Execution
Case Discussion: assessing the zakat sector in Indonesia
7 • Strategic Decision Making
• Strategy Maps
Case Discussion: assessing the state-owned enterprises sector in Indonesia
8 Mid-Semester Project Submission due
9 • The Role of Islamic Law in Managing Firms
• Islamic Strategic Management in Execution: Muhammad SAW, the Super Leader and Super Manager
• Case Discussion on Al Rajhi Bank
10 • Islamic Strategic Management in Execution: Muhammaad SAW as self, family and business leaders
• Case Discussion on Bank Muamalat
11 • Islamic Strategic Management in Execution: Muhammad SAW as the great Da’i: walk the talk, Political and Education Leaders
• Case Discussion on Bank Rakyat
12 • Islamic Strategic Management in Execution: Muhammad SAW as Law Enforcer and Military Leaders
• Case Discussion on McDonald’s Pakistan
13 • The overview of Islamic Strategic Management: from Effectiveness to Falaah.
Case Discussion on Unilever Bangladesh
14 Final Exam
Strategi operasional, strategi financial dan non financial.
Studi kasus mengapa bank syariah lebih mahal dari bank konvensional.
Keputusan strategic: menentukan segmen yang ditargetkan, pricing.
Teori persepsi tentang value sama dengan persepsi tentang benefit dibagi dengan persepsi tentang
PV = PB / PS
Tahap 1, 2, dan 3 biasa dikaitkan dengan kisah perencanaan 7 tahun masa panen dan 7 tahun masa paceklik di zaman Nabi Yusuf as
Tahap 1 developing a strategic vision
Tahap 2 setting objectives
Tahap 3 crafting a strategy to achieve the objectives and vision
Tahap 4 implementing and executing the strategy
Tahap 5 monitoring developments, evaluating performance, and making corrective adjustments
Tahap 1-4 revise as needed in light of actual performance, changing conditions, new opportunities, and new ideas.
Dosen: Achmad Mukhlis Yusuf PhD
Subscribe to:
Posts (Atom)