It's my personal online notebook, tapi sepertinya isinya bisa dishare. Feel free to quote by mentioning the source "yang mau kutip jangan lupa sebutkan sumbernya ya" :) semoga bermanfaat..
Labels
- cognitive bias
- dalil ekonomi
- diskusi
- distribusi
- family psychology
- filsafat ekis
- finance for kids
- fiqh muamalah kontemporer
- ikigai
- konsumsi
- literasi
- makro islam
- man harta
- man investasi
- man resiko
- man strategi
- maqashid
- metolit
- motivasi
- muhammadiyah
- parenting
- penelitian
- personal finance
- personal finance theoretical frameworks
- seminar pasca
- tesis
- thejourney
- ushul fiqh
- Wakaf
Showing posts with label man resiko. Show all posts
Showing posts with label man resiko. Show all posts
Saturday, September 20, 2014
PASCA: Manajemen Resiko (3) Risk Identification & Assessment
PROSES MANAJEMEN RESIKO
Risk Identification: mengetahui business processnya.
Ada tujuan / objectives apakah akan tercapai dan jika tidak maka yang menyebabkannya adalah resiko. Oleh karena itu dalam mengidentifikasi resiko harus mengetahui tujuan terlebih dahulu dan diikuti oleh yang lain dengan penjelasan: objectives, business plan, industri, business process, proyeksi financial statement, sumber daya, change management, compliance system. Tetapi yang menjadi intinya adalah mengetahui business processnya terlebih dahulu.
Perlu mengetahui proyeksi financial statement yaitu untuk mengetahui apakah dana yang dimiliki dapat mencapai tujuan.
Langkah yang dilakukan untuk memahami business process: risk checklist yaitu mengurutkan resiko yang ada dan mana yang benar2 mungkin terjadi, kemudian gap analysis adalah perbedaan antara harapan dengan kenyataan, risk taxonomy yaitu mengklasifikasikan secara sistematis yang menjadi bagian dari resiko dan pembagian2 resikonya, PEST (political, economic, social, technological) prompt, SWOT analysis.
Sekuen Resiko
Risk factors adalah kondisi yang menaikkan kemungkinan terjadi. Peril adalah kejadian yang mengakibatkan kerugian. Contohnya sumber resiko adalah nasabah, risk factornya analisa kredit yang tidak baik, eksposur adalah sejumlah pinjaman, perilnya adalah nasabah tidak punya keahlian bisnis, kemudian mengakibatkan rugi atau kredit macet.
Contoh untuk bisnis penyewaan mobil, sumber resikonya adalah penyewa, risk factors adalah kurang seleksi penyewa, eksposur adalah mobil, peril: kecelakaan, hilang, kurang sewa, kerugian: aset berkurang nilainya, aset hilang, keuntungan tidak sesuai yang diharapkan.
Kegiatan untuk mengidentifikasi resiko: analisis proses, brainstorming antara bagian2 dalam organisasi, interview dengan orang ahli, workshop dengan bagian2 dalam organisasi, membandingkan dengan organisasi lain, menyebarkan kuesioner.
Risk Assessment
Risk identification dapat dianggap sebagai bagian dari risk assessment.
Risk assessment process dimulai dari mengidentifikasikan tujuan, kemudian mengidentifikasi kejadian yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan, menentukan toleransi terhadap resiko, assess kemungkinan dan akibat yang inherent, mengevaluasi portofolio, assess kemungkinan dan impact residual.
Mitigasi resiko bisa dilakukan diawal atau diakhir yaitu pre seperti mengenakan sabuk pengaman pada mobil, melakukan service pada mobil, ikut asuransi, untuk mengurangi severity.
Menyesuaikan dengan risk appetite dan risk tolerance pelaku bisnis yaitu tidak menjual sesuai jumlah minimum tetapi juga tidak sesuai dengan jumlah penjualan maksimum yang diharapkan karena misalnya hanya cukup modalnya untuk menyediakan sebanyak jumlah pertengahan antara jumlah penjualan minimum dengan maksimum.
Tugas : group discussion koperasi syariah point 1, 2, 3, 4, 5
Dr. Ronald Rulindo rulindoku@gmail.com 082144207892
Saturday, September 13, 2014
PASCA: Manajemen Resiko (2)
Risk Management Process
Langkah2nya adalah identifikasi resiko apa yang ada, kemudian di assess apakah benar2 terjadi, kemudian diukur, dimitigasi, control, dilaporkan.
Pendekatan top down: yang menentukan resiko adalah board of directors. Sedangkan bottom up adalah dari staf.
Proses manajemen resiko disesuaikan dengan ukuran dan kompleksitas bisnis seperti: BUS, UUS, BPRS, KJKS / BMT. Bukan hanya size tetapi kompleksitasnya juga dipertimbangkan contohnya termasuk BUS tetapi lebih kecil dibanding UUS maka proses manajemen resiko di UUS bisa jadi lebih rumit dibanding BUS.
Risk Awareness
Dalam ERM, line pertama adalah staf operasional, kemudian ada fungsi manajemen resiko, dan berikutnya adalah audit / inspektur. Oleh karena itu seharusnya dari mulai star operasional sudah ada awareness terhadap resiko.
MENGENAL SISTEM KEUANGAN SYARIAH
Di bank konvensional akad yang digunakan adalah qardh yang diberikan bunga baik di sisi funding maupun financing.
Akad mudharabah sebenarnya adalah profit and loss sharing sedangkan revenue sharing ada di musyarakah karena dalam akad mudharabah pengelola tidak menanggung kerugian sedangkan di bank syariah nasabah penyimpan dana tidak menanggung resiko kerugian.
Account di perbankan: current account (giro), saving account (tabungan dan deposito), investment account (reksadana).
PSIA yaitu profit sharing investment account sedangkan mudharabah digunakan di tabungan dan deposito perbankan syariah.
IAH adalah investment account holder disamakan dengan depositor yang menggunakan akad mudharabah yang terdiri dari muqayyadah (restricted IAH) dan mutlaqah (unrestricted IAH).
Contoh akad murabahah dalam financing seperti pembelian kendaraan dimana bank syariah membeli mobil atas pesanan nasabah dan ketika sudah dibeli oleh bank ternyata nasabah tidak jadi membeli termasuk resiko pasar (market) ketika barang yang sudah dibeli tidak dapat diserap oleh pasar. Contoh lain dalam ijarah muntahiya bit tamlik dalam pembelian mobil untuk disewakan tetapi ternyata pasar tidak mampu menyerap sehingga menyebabkan kerugian bank.
Contoh istishna’ dalam financing seperti membeli property melalui developer, credit risk ada di dua tahap pertama ketika dana diberikan ke kontraktor ternyata kontraktor tidak dapat menyelesaikan pesanan dan kedua adalah credit risk ketika telah diberikan pada nasabah. Istishna lebih banyak digunakan untuk konstuksi sedangkan salam banyak digunakan untuk komoditas. Pembayaran istishna dapat dilakukan bertahap sedangkan pada salam tidak dapat dilakukan bertahap.
Mudharabah financing ada market risk pada pembelian saham ketika digunakan untuk trading. Resiko market pada mudharabah lainnya adalah equity investment risk (BI, IFSB) yang berbeda dengan credit risk yaitu nasabah sanggup membayar bagi hasil tetapi tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh pemilik dana. Contohnya bank memberikan dana untuk usaha dan diperkirakan dapat memberikan bagi hasil pada tingkat tertentu tetapi ternyata bagi hasilnya kurang dari yang diharapkan tersebut.
Pada neraca bank syariah bagian aset ada akun “sales receivables” sedangkan di bank konvensional adanya “account receivables”.
Resiko imbal hasil / rate of return risk yaitu ketika adanya penurunan pendapatan bank yang menyebabkan bagi hasil pada nasabah turun sehingga harus mengambil keuntungan yang menjadi bagian bank untuk diberikan pada nasabah maka diciptakan akun “investment risk reserve” oleh bank syariah untuk menutup kerugian investasi nasabah tetapi tidak digunakan untuk smoothing akun PER “profit equalization reserve”
Operational risk disebabkan oleh people, process, system, external (legal). Di bank syariah ditambah sharia non compliance risk yaitu ketika tidak sesuai dengan syariah, dan fiduciary risk atau hak tanggungan atau pengikatan jaminan dalam PSIA yaitu bank menjanjikan akan menginvestasikan dana nasabah sebaik mungkin agar tidak terjadi kerugian bagi nasabah yang sebenarnya berfungsi sebagai investor.
Rate of return risk: mengurangi net income bank
PASCA: Manajemen Resiko (1)
RESIKO
3 kata kunci dalam mendefinisikan resiko = negative, potensi, ekspektasi.
Uncertainty membawa resiko.
Volatility: contohnya pergerakan harga emas yang naik turun.
Exposure: total kemungkinan hilang, contoh: jumlah investasi emas seseorang adalah 25 gram emas maka exposurenya adalah sebesar 25 gram.
Severity: loss given default
Time horizon: semakin lama kemungkinan resiko semakin besar
Tingkat uncertainty (ketidakpastian)
- Pasti (tidak ada ketidakpastian)
- Ketidakpastian objektif
- Ketidakpastian subjektif
- Sangat tidak pasti
Contoh matrix resiko rumah
-Probability rendah severity rendah: atap bocor
-Probability rendah severity sedang: lantai meledak
-Probability rendah severity tinggi: tsunami
-Probability sedang severity rendah: toilet rusak
-Probability sedang severity sedang: kemalingan
-Probability sedang severity tinggi: gempa bumi
-Probability tinggi severity rendah: bola lampu putus
-Probability tinggi severity sedang: korslet / kebakaran
-Probability tinggi severity tinggi: perampokan
Jenis resiko:
1. financial risk: credit, investment, market, currency, interest rate, funding
2. business risk: operational, legal, reputational, strategic, technological, information
3. others: social, environmental, political, sovereign
Resiko kredit dan investment persamaannya adalah pengembalian yang tidak sesuai harapan, sedangkan perbedaannya terletak di objeknya.
Market risk: penurunan nilai aset yang dimiliki akibat penurunan harga aset di pasar
Funding risk: resiko kekurangan dana / dana kering
Risiko operasional terkait dengan 4 sebab: kesalahan (1) orang, (2) sistem, (3) proses, (4) external events contohnya seperti gempa, banjir, kebakaran di pabrik sebelah
Legal risk: resiko hukum ada karena ketidakpastian hukum seperti hukum yang tiba2 berubah dan berdampak merugikan usaha.
Strategic risk: contohnya yaitu bank yang membuka mikro tetapi ternyata biaya operasionalnya sangat tinggi
Technological risk, contohnya di industri teknologi komunikasi yaitu nokia yang terlambat mengembangkan teknologi smartphone sehingga saat ini banyak ditinggalkan
Sovereign risk yaitu resiko yang terjadi pada kondisi suatu Negara tertentu yang dapat diidentifikasi melalui rating suatu Negara.
MANAJEMEN RESIKO
Upaya untuk:
-menghindari
-meminimalkan dampak
-mengoptimalkan hasil: memilih yang dapat memberikan keuntungan optimal
Risk appetite / risk preference / risk attitude terdiri dari:
1. risk averse: tidak terlalu menyukai resiko
2. risk neutral:
3. risk seeking: suka mencari resiko
Strategi manajemen resiko:
-risk reduction: mengurangi dampak: diversifikasi, hedging, inspeksi
-risk removal: menghindari resiko
-risk transfer
-risk retention
Sumber hukum
-QS
-Hadits tentang mengikatkan unta dan kemudian baru bertawakal
RISK MANAGEMENT PROCESS
Prosesnya selalu berulang, memiliki siklus dimulai dari risk identification, risk assessment & measurement, risk mitigation, risk monitoring, risk reporting & control.
Contoh:
Risk identification untuk usaha toko kelontong: tidak laku, barang expire, kompetisi, rusak, perampokan, kasir tidak jujur
Risk assessment & measurement: menggunakan statistic, contohnya mencatat apa saja barang yang tidak laku yang akhirnya sampai expire.
ERM: enterprise risk management: melihat resiko dari segala bidang tidak hanya dari 1 sudut pandang tertentu saja. Di bagian masing2 terdapat KRI (key risk indicator) kemudian dibawa ke sudut pandang perusahaan sebagai satu kesatuan / entitas.
Pendekatan: top down dan bottom up
Subscribe to:
Posts (Atom)