It's my personal online notebook, tapi sepertinya isinya bisa dishare. Feel free to quote by mentioning the source "yang mau kutip jangan lupa sebutkan sumbernya ya" :) semoga bermanfaat..
Labels
- cognitive bias
- dalil ekonomi
- diskusi
- distribusi
- family psychology
- filsafat ekis
- finance for kids
- fiqh muamalah kontemporer
- ikigai
- konsumsi
- literasi
- makro islam
- man harta
- man investasi
- man resiko
- man strategi
- maqashid
- metolit
- motivasi
- muhammadiyah
- parenting
- penelitian
- personal finance
- personal finance theoretical frameworks
- seminar pasca
- tesis
- thejourney
- ushul fiqh
- Wakaf
Saturday, October 10, 2015
PASCA: Research Methods (Carrie Williams): Content Analysis Study
Leedy dan Ormrod (2001) mendefinisikan metode ini sebagai "pengujian secara mendetil dan sistematis atas konten sebuah bagian dari suatu material dengan tujuan untuk mengidentifikasi pola, tema, atau prasangka" (p.155). Content analysis meninjau berbagai bentuk komunikasi manusia seperti buku, surat kabar, dan film serta bentuk-bentuk komunikasi lainnya dengan tujuan untuk mengidentifikasi pola, tema, atau prasangka. Metode ini dirancang untuk mengidentifikasi karakteristik spesifik dari konten dalam suatu komunikasi manusia. Peneliti memeriksa pola, tema, atau prasangka berbentuk verbal, visual, maupun behavioral.
Prosedur proses untuk studi content analysis dirancang untuk mencapai tujuan analisa tertinggi, termasuk mengidentifikasi isi material untuk dipelajari dan mendefinisikan karakteristik atau qualities untuk diperiksa (Leedy & Ormrod, 2001). Pengumpulan data merupakan proses yang terdiri dari dua langkah. Langkah pertama, peneliti harus menganalisa material dan meletakkannya dalam sebuah tabel frekuensi penyebutan setiap karakteristik atau kualitas. Langkah kedua, peneliti melakukan analisa statistik sehingga data dilaporkan dalam format kuantitatif. Laporan penelitian terdiri dari 5 bagian: penjelasan dari dari bahan-bahan yang dipelajari, karakteristik dan kualitas yang dipelajari, deskripsi metodologi, analisa statistik yang menunjukkan tabel frekuensi, dan menggambarkan kesimpulan tentang pola, tema, dan prasangka yang ditemukan dalam komunikasi manusia dan kumpulan data.
Friday, October 9, 2015
PASCA: Research Methods (Carrie Williams): Grounded Theory Study
Creswell (2003) mendefinisikan penelitian grounded theory sebagai "peneliti berusaha mengambil teori general dan abstrak dari sebuah proses, tindakan, atau interaksi berdasarkan pandangan partisipan dalam sebuah penelitian" (p.14). Leedy dan Ormrod (2001) mengklarifikasikan lebih lanjut bahwa penelitian grounded theory dimulai dengan data yang dikembangkan menjadi sebuah teori. Istilah "grounded" menyediakan konteks metode ini, dan penelitian mengharuskan bahwa teori harus dihasilkan dari data yang dikumpulkan di lapangan, bukan dari literatur penelitian (Leedy & Ormrod, 2001). Grounded Theory kebanyakan telah digunakan pada disiplin ilmu sosiologi karena metode ini menganalisa tindakan dan reaksi masyarakat (actions and interactions).
Penelitian grounded theory adalah proses pengumpulan data, analisa data, dan mengulangi prosesnya, dalam suatu format yang disebut metode constant comparative. Data dapat diperoleh dari beberapa sumber seperti wawancara dengan partisipan atau saksi mata, meninjau ulang rekaman video dan suara, serta observasi lapangan. Creswell (1998) sependapat dengan Leedy dan Ormrod (2001) bahwa format standar mengenai cara menganalisa data dalam penelitian grounded research terdiri dari: open coding, axial coding, selective coding, dan mengembangkan sebuah teori. Laporan grounded theory menggabungkan 5 aspek: menggambarkan pertanyaan penelitian, review literatur, menggambarkan metodologi, analisa data menjelaskan teori, dan mendiskusikan makna.
*Catatan: sedikit mirip dengan thematic analysis
PASCA: Research Methods (Carrie Williams)
Research
Quantitative Research Approach
Quantitative Research Methodology
Methods to Conduct Quantitative Research
Qualitative Research Approach
Qualitative Research Methodology
Case Study
Researchers explores in depth a program, an event, an activity, a process, or one or more individuals, required to have a defined time frame.
Ethnography Study
Studies an entire group that shares a common culture. The focus is on everyday behaviors to identify norms, beliefs, social structures, and other factors.
Grounded Theory Study
Researchers attempts to derive a general, abstract theory of a process, action, or interaction grounded in the views of participants in a study
Phenomenological Study
To understand an experience from the participants' point of view
Content Analysis Study
A detailed and systematic examination of the contents of a particular body of materials for the purpose of identifying patterns, themes, or biases
Mixed Methods Approach
Researchers incorporate methods of collecting or analyzing data from the quantitative and qualitative research approaches in a single research study. Researchers collect or analyze not only numerical data, which is customary for quantitative research, but also narrative data, which is the norm for qualitative research in order to address the research questions.
*tanya: langkah2 metodologi content analysis study dan grounded theory study
Saturday, September 26, 2015
Pasca: Qualitative Research in Psychology: Using thematic analysis in psychology
Qualitative Research in Psychology: Using thematic analysis in psychology
Virginia Braun & Victoria Clarke
Published online: 21 Jul 2008. http://www.tandfonline.com/loi/uqrp20
To cite this article: Virginia Braun & Victoria Clarke (2006) Using thematic analysis in psychology, Qualitative Research in Psychology, 3:2, 77-101
To link to this article: http://dx.doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Key words: epistemology; flexibility; patterns; qualitative psychology; thematic analysis
What is thematic analysis?
Thematic analysis is a method for identifying, analysing and reporting patterns (themes) within data. It minimally organizes and describes your data set in (rich) detail. However, frequently if goes further than this, and interprets various aspects of the research topic (Boyatzis, 1998).
A number of decisions
What counts as a theme?
A rich description of the data set, or a detailed account of one particular aspect
Inductive versus theoretical thematic analysis
Semantic or latent themes
Epistemology: essentialist/ realist versus constructionist thematic analysis
The many questions of qualitative research
Doing thematic analysis: a step-by-step guide
Phases:
1. Familiarizing yourself with your data: transcription of verbal data: transcribing data (if necessary), reading and re-reading the data, noting down initial ideas.
2. Generating initial codes: coding interesting features of the data in a systematic fashion across the entire data set, collating data relevant to each code.
3. Searching for themes: collating codes into potential themes, gathering all data relevant to each potential theme.
4. Reviewing themes: checking if the themes work in relation to the coded extracts (Level 1) and the entire data set (Level 2), generating a thematic “map” of the analysis
5. Defining and naming themes: ongoing analysis to refine the specifics of each theme, and the overall story the analysis tells, generating clear definitions and names for each theme.
6. Producing the report: the final opportunity for analysis. Selection of vivid, compelling extract examples, final analysis of selected extracts, relating back of the analysis to the research question and literature, producing a scholarly report of the analysis.
Pinning down what interpretative analysis actually entails
Potential pitfalls to avoid when doing thematic analysis
What makes good thematic analysis?
So what does thematic analysis offer psychologists?
Notes
Tuesday, August 18, 2015
Pasca: Metodologi Penelitian Kualitatif
Prof. Dr. H. M. Burhan Bungin, S.Sos., M.Si. 2011. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta, Indonesia: Kencana, Prenada Media Group.
DESAIN PENELITIAN KUALITATIF: A. SUBSTANSI DESAIN PENELITIAN
Format desain penelitian kualitatif secara teoretis berbeda dengan format penelitian kualitatif, namun perbedaannya terletak pada kesulitan di dalam membuat desain penelitian kualitatif itu sendiri karena umumnya penelitian kualitatif yang tidak berpola. Kesulitan membuat desain penelitian kualitatif disebabkan antara lain: (1) desain penelitian kualitatif itu adalah peneliti sendiri, sehingga penelitilah yang paham pola penelitian yang akan dilakukan, (2) masalah penelitian kualitatif yang amat beragam dan kasuistik sehingga sulit membuat kesamaan desain penelitian yang bersifat umum, karena itu cenderung desain penelitian kualitatif bersifat kasuistik, (3) ragam ilmu sosial yang variannya bermacam-macam sehingga memiliki tujuan dan kepentingan yang berbeda-beda pula terhadap metode penelitian kualitatif.
INFORMAN DAN METODE PENGUMPULAN DATA KUALITATIF
MENENTUKAN INFORMAN DENGAN PROSEDUR PURPOSIF
Adalah salah satu strategi menentukan informan yang paling umum di dalam penelitian kualitatif, yaitu menentukan kelompok peserta yang menjadi informan sesuai dengan kriteria terpilih yang relevan dengan masalah penelitian tertentu, misalnya; penderita HIV, mahasiswa, pegawai, ibu rumah tangga, dokter, dan dosen. Contoh dari penggunaan prosedur purposif ini adalah antara lain dengan menggunakan key person.
Ukuran besaran individu key person atau informan, yang mungkin atau tidak mungkin ditunjuk sudah ditetapkan sebelum pengumpulan data, tergantung pada sumber daya dan waktu yang tersedia, serta tujuan penelitian. Dengan kata lain besaran key person yang digunakan sebagai informan disesuaikan dengan struktur sosial saat pengumpulan data dilakukan. Kunci dasar penggunaan prosedur ini adalah penguasaan informasi dari informan dan secara logika bahwa tokoh-tokoh kunci di dalam proses sosial selalu langsung menguasai informasi yang terjadi di dalam proses sosial itu.
Ukuran sampel purposif sering kali ditentukan atas dasar teori kejenuhan (titik dalam pengumpulan data saat data baru tidak lagi membawa wawasan tambahan untuk pertanyaan penelitian). Namun informan berikutnya akan ditentukan bersamaan dengan perkembangan review dan analisis hasil penelitian saat pengumpulan data berlangsung.
METODE WAWANCARA MENDALAM
Wawancara mendalam secara umum adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dan informan atau orang yang diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara, di mana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama. Dengan demikian, kekhasan wawancara mendalam adalah keterlibatannya dalam kehidupan informan.
Subscribe to:
Posts (Atom)