Saturday, September 28, 2013

PASCA: Tata Kelola dan Etika Bisnis Islami (2)



Perusahaan sukses dalam bisnis:
-Produk
-Manajemen
-Etika

Tolok ukur moral untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan:
-Hati nurani
-Kaidah emas: hendaknya memperlakukan orang lain sebagaimana anda sendiri ingin diperlakukan
-Masyarakat umum: variasi penilaian permisif
-Agama


TEORI ETIKA

Utilitarian
The greatest happiness of the greatest number
Perbuatan baik jika membawa manfaat bagi masyarakat
Contoh: sustainable development, cost benefit analysis

Deontologi: Kewajiban
Perbuatan baik jika harus dilakukan / merupakan kewajiban
Tujuan tidak boleh menghalalkan cara
Contoh: tidak boleh mencuri dan berdusta untuk berbuat baik

Teori Hak
Kewajiban seseorang adalah hak orang lain
Contoh: berjanji

Teori Keutamaan
What kind of person should he/she be? Bukan menyoroti perbuatan tetapi fokus pada manusia.
Keutamaan: disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral.
Contoh: hidup yang baik adalah bila seseorang mempunyai keutamaan (virtuos life): keadilan. Contoh keutamaan dalam bisnis: kejujuran, fairness, kepercayaan, keuletan.


PANDANGAN ISLAM

Manusia : makhluk yang sempurna. Hampir semua unsur alam semesta ada pada manusia. QS 95:4
Memiliki potensi untuk takwa maupun sesat. QS 91:8-10
Memiliki kelebihan dan kekurangan: kesempurnaan jika saling melengkapi melalui mekanisme amar ma’ruf nahi munkar. QS 3:10. Amal sholeh + iman = pahala (+), dosa dikurangi (-).
Jika tidak benar memanfaatkan nikmat, derajat manusia turun serendah-rendahnya. QS 95:5, QS 7:176
Jika bersyukur maka ALLAH SWT akan melipatgandakan nikmat, jika mengingkari azabnya pedih. QS 14:7. Sabar dalam kepatuhan: terhadap musibah dan ujian. Bersyukur: Alhamdulillah + memanfaatkan nikmat scr optimal à perlu ilmu / petunjuk. QS 27:19. Jika memiliki ilmu berpotensi baik jika digunakan dan dimanfaatkan dalam kehidupan.

Kompetensi diri: benar/shiddiq, dipercaya/amanah, pandai/fathanah, menyampaikan/tabligh.
Tatanan sosial: Syariah = ma’rufat/virtues + munkarat
Mengkombinasikan kompetensi individu dan tatanan masyarakat perlu menggunakan ilmu/petunjuk yang dimiliki.

Diskusi: kewajiban, merupakan beban atau kehormatan?
Haji: kehormatan
Zakat: kehormatan, tetapi banyak yg menganggap beban. Hikmah haul zakat: 86 gram emas, jika tidak memiliki tabungan +- 50jt masih

Masukan untuk tesis: berapa pendapatan perkapita masyarakat muslim jika harus memiliki simpanan sejumlah nishab zakat.



Fasilitator: Dr. Mukhamad Yasid, M.Si.

PASCA: Fundamental Ekonomi Islam

Coverage ekonomi dan keuangan:
1. wealth creation dgn cara bekerja
2. accumulation of wealth dapat berupa investasi
3. protection
4. distribution

Hakikat manusia berekonomi:
kebahagiaan > well being > falah

Well being mencakup:
-physical
-social
-environment
-economic
-psychological

Tugas kekhalifahan manusia:
1. ibadatullah
2. imaratu al ardh

Mengapa berekonomi Islam:
1. konsekuensi berislam
2. bertahan hidup dan mendapat kesejahteraan
3. ketidakadilan sistem ekonomi kontemporer

PASCA: Ekonometrika (2) BAB 2 DISTRIBUSI, CENTER, DAN PENYEBARAN



Untuk lebih memahami data, cara yang banyak digunakan adalah dengan cara menyortir data terlebih dahulu. Dalam menyortir data, kita harus mengerti 3 hal berikut: distribusi, center, dan penyebaran data.
A.      Bentuk Distribusi
Distribusi unimodal adalah distribusi yang memiliki 1 modus. Contoh data dengan distribusi unimodal dan miring kekanan adalah:
Bin adalah kotak yang ingin kita buat, disebut juga kategori atau kelas. Kita dapat merubah bentuk histogram dan merubah modus dengan merubah ukuran bin.
B.      Tiga Metode untuk Mengukur Center Distribusi
1.       Mean / Rata-rata
Mean atau average adalah penjumlahan seluruh data dibagi dengan jumlah data. Mean dapat menjadi indikator kemiringan distribusi suatu data. Mean sangat sensitive terhadap angka, dengan menghilangkan satu data saja dapat merubah angka mean cukup banyak. Mean sangat dipengaruhi oleh outliers (pencilan). Mean merupakan alat pengukuran center yang baik jika data yang dihitung tidak memiliki outliers dan distribusinya normal, tidak miring.
2.       Median
Cara menghitung: diurutkan nilai terkecil sampai terbesar, diambil nilai yang ada di tengah. Contoh data: 8,8,9,10,12,12,20,20,20,20,20. Median di 12.
Median tidak sensitif terhadap outliers, jika data satu individual dirubah, maka angka median hanya akan berubah sedikit saja. Jika distribusi data simetris maka angka mean dan median tidak jauh berbeda, namun jika distribusi miring kekanan atau kekiri maka median merupakan alat ukur yang lebih akurat dalam menunjukkan center suatu data.
3.       Mode / Modus : nilai yang paling sering muncul
Jika datanya memiliki distribusi bimodal, maka mean dan median tidak dapat menggambarkan center dengan tepat, disinilah digunakan modus. Contoh data dengan distribusi bimodal adalah penggabungan data GDP 20 negara Afrika yang merupakan gabungan Negara-negara miskin dan 20 negara Eropa yang merupakan gabungan Negara-negara kaya.
C.      Dua Metode untuk Melihat Penyebaran Data
Spread, penyebaran data menjelaskan seberapa jauh data bergerak dari center. Pengukuran center saja dapat menimbulkan interpretasi yang menyesatkan atas suatu data, oleh karena itu harus digunakan spread juga. Salah satu pengukuran penyebaran data adalah range, yaitu perbedaan antara angka maksimum dan minimum dalam suatu data. Akan tetapi penggunaan range akan menyesatkan jika terdapat outliers. Satu saja angka outliers muncul akan mengubah range menjadi sangat lebar. Metode yang lebih sering digunakan dalam mengukur penyebaran data adalah SD (Standard Deviation) untuk yang sebarannya normal dan IQR (Inter Quartile Range) untuk yang sebarannya tidak normal.

1.       Standard Deviation (Standar Deviasi)
Metode standar dalam mengukur penyebaran data adalah Standar Deviasi, yang dihitung melalui 4 langkah berikut:
-          Hitung deviasi individual dari mean (X-)
-          Pangkatkan (X-)2
-          Hitung rata-ratanya (X-)2 /n, disebut variance
-          Akarkan (X-)2 /n. Ini adalah angka standar deviasi
Standar deviasi hanya digunakan jika nilai center yang digunakan adalah mean, data yang digunakan tidak memiliki outliers dan tidak miring, memiliki distribusi normal.
Contoh data yang memiliki distribusi normal:
Jika data yang diamati penyebarannya semakin jauh dari center, maka standar deviasi akan semakin besar.
Semakin besar nilai SD (standar deviasi) semakin datar/landai gambarnya.
a.       Situasi dimana Standar Deviasi bukan alat ukur yang bagus
Standar deviasi akan menghasilkan angka yang tidak sesuai dengan data sebenarnya jika data yang digunakan tidak simetris dan tidak unimodal, serta distribusinya tidak normal. Contohnya jika data yang digunakan miring kekanan karena banyak outliers / pencilan disebelah kanan distribusi.
Law of large number: semakin besar data yang diamati (n) maka akan semakin mendekati normal.
2.       Inter Quartile Range (IQR)
Untuk mengukur penyebaran data tidak normal digunakan IQR yang dapat diketahui secara langsung dengan menggunakan Boxplot. Box plot adalah visualisasi rangkuman data numerik, digunakan untuk menjelaskan distribusi dengan bentuk yang umum, seperti jika ingin membandingkan dua set data yang berbeda. Boxplot tidak seakurat stemplot karena hanya merupakan kesimpulan, akan tetapi lebih baik dibandingkan mean dan standar deviasi. Boxplot memberikan informasi center (median) dan penyebaran (spread) serta beberapa pencilan. Akan tetapi distribusi hanya dapat dijelaskan dengan stemplot atau frequency histogram.
Ukuran penyebaran yang tidak terpengaruh dengan pencilan adalah IQR. IQR berasal dari ide boxplot, sehingga penggunaan IQR untuk data bimodal tidak akurat. Pencilan harus disikapi dengan bijaksana karena ditentukan oleh alasan kenapa pencilan tersebut muncul. Jika merupakan kesalahan pengukuran maka sebaiknya pencilan dihilangkan, tetapi jika tidak pencilan dapat menceritakan kondisi yang sebenarnya.
Semakin besar IQR semakin jauh gap data.



Fasilitator: Hendry Tandjung, Ph.D.

PASCA: Ekonometrika (1) BAB 1 MEMAHAMI DATA



BAB 1 MEMAHAMI DATA
A.      Individual, Case dan Variabel
Contoh data: GDP Negara-negara Asia tahun 2003
No
Negara
GDP
Populasi
GDP / Capita
1
Bahrain
9699460096
705862
13741,29801
2
Bangladesh
51824156672
136615323
379,3436602
3
Brunei Darussalam
4738204672
357553
13251,75477
dst
Individual dalam data ini adalah Negara-negara.
Variabel dalam data ini adalah GDP, populasi, dan GDP per kapita. Variabel mengukur karakteristik individual.
Satu baris data disebut case, contoh baris kesatu adalah case Bahrain.
Variabel ada 2 jenis: numerikal dan kategorikal. Contoh variabel numerik adalah GDP, populasi, temperatur, tanggal lahir, dll. Contoh variabel kategorik adalah gender, propinsi, region, warna mata, dll.
B.      Menggunakan Grafik untuk Memahami Data
1.       Bar Chart dapat digunakan untuk memvisualisasikan data ke dalam bentuk tinggi  rendah, dan dengannya dapat dimodifikasi agar terlihat dari yang tertinggi ke terendah.
Contoh:
2.       Pie Chart dapat digunakan untuk melihat persentase suatu data, dan untuk membandingkan jumlah variabel numerik untuk masing-masing individual dalam suatu data.
Contoh:
3.       Stemplot digunakan untuk data yang terdiri dari 2 digit, digit pertama untuk stem dan digit kedua untuk leaf. Data yang bukan terdiri dari 2 digit harus diconvert menjadi 2 digit. Stemplot digunakan untuk melihat distribusi data, penyebaran data.
4.       Histogram digunakan untuk melihat distribusi data, normal atau tidak, miring kekanan atau kekiri, memiliki satu modus atau lebih.


tator: Hendry Tandjung, Ph.D. 

Friday, January 6, 2012

Valuable Lines

IslamicThinking: The beauty of our deen is that the reward is dependent on the sincerity of trying & not in the attainment of the result. #Islam

kekayaan (wealth) mempunyai 2 dimensi dlm hidup kita, dimensi physical n spiritual. dimensi pertama menggambarkan kepemilikan material (maal/al amwal) seperti property atas asset apapun yg dimiliki manusia. dimensi selanjutnya dimensi spiritual dari manusia sperti pengetahuan (knowledge) atau virtue (moral kebaikan) yang tumbuh di dalam jiwa manusia. So,gunakan dimensi pertama dr harta kita u mencapai dimensi kedua.