Tuesday, June 28, 2016

NEGERI TANPA AYAH

๐ŸŒ€ NEGERI TANPA AYAH ๐ŸŒ€
๐Ÿ”ธ by : Ust Bendri Jaisyurrahman (@ajobendri)

⚽ ๐Ÿƒ 1| Jika memiliki anak sudah ngaku-ngaku jadi AYAH, maka sama anehnya dengan orang yang punya bola ngaku-ngaku jadi pemain bola

๐Ÿฃ 2| AYAH itu gelar untuk lelaki yg mau dan pandai mengasuh anak bukan sekedar 'membuat' anak

๐ŸŒ— 3| Jika AYAH mau terlibat mengasuh anak bersama ibu, maka separuh permasalahan negeri ini teratasi

๐Ÿ’ฐ 4| AYAH yang tugasnya cuma ngasih uang, menyamakan dirinya dengan mesin ATM. Didatangi saat anak butuh saja

๐Ÿ’” 5| Akibat hilangnya fungsi tarbiyah dari AYAH, maka banyak AYAH yg tidak tahu kapan anak lelakinya pertama kali mimpi basah

⛅ 6| Sementara anak dituntut sholat shubuh padahal ia dalam keadaan junub. Sholatnya tidak sah. Dimana tanggung jawab AYAH ?

๐Ÿ’ฅ 7| Jika ada anak durhaka, tentu ada juga AYAH durhaka. Ini istilah dari umar bin khattab

๐Ÿ‘Ž 8| AYAH durhaka bukan yg bisa dikutuk jadi batu oleh anaknya. Tetapi AYAH yg menuntut anaknya shalih dan shalihah namun tak memberikan hak anak di masa kecilnya

๐Ÿ™‡ 9| AYAH ingin didoakan masuk surga oleh anaknya, tapi tak pernah berdoa untuk anaknya

๐Ÿ‘‘ 10| AYAH ingin dimuliakan oleh anaknya tapi tak mau memuliakan anaknya

๐ŸŒ 11| Negeri ini hampir kehilangan AYAH. Semua pengajar anak di usia dini diisi oleh kaum ibu. Pantaslah negeri kita dicap fatherless country

๐Ÿ‡ 12| Padahal keberanian, kemandirian dan ketegasan harus diajarkan di usia dini. Dimana AYAH sang pengajar utama ?

๐Ÿ’ป 13| Dunia AYAH saat ini hanyalah Kotak. Yakni koran, televisi dan komputer. AYAH malu untuk mengasuh anak apalagi jika masih bayi

๐Ÿ‘ซ 14| Banyak anak yg sudah merasa yatim sebelum waktunya sebab AYAH dirasakan tak hadir dalam kehidupannya

๐Ÿ“– 15| Semangat quran mengenai pengasuhan justru mengedepankan AYAH sebagai tokoh. Kita kenal Lukman, Ibrahim, Ya'qub, Imron. Mereka adalah contoh AYAH yg peduli

๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘จ 16| Ibnul Qoyyim dalam kitab tuhfatul maudud berkata: Jika terjadi kerusakan pada anak penyebab utamanya adalah AYAH

๐Ÿ‘จ 17| Ingatlah! Seorang anak bernasab kepada AYAHnya bukan ibu. Nasab yg merujuk pada anak menunjukkan kepada siapa Allah meminta pertanggungjawaban kelak

๐Ÿ’Ž 18| Rasulullah yg mulia sejak kecil ditinggal mati oleh AYAHnya. Tapi nilai-nilai keAYAHan tak pernah hilang didapat dari sosok kakek dan pamannya

๐Ÿ’– 19| Nabi Ibrahim adalah AYAH yg super sibuk. Jarang pulang. Tapi dia tetap bisa mengasuh anak meski dari jauh. Terbukti 2 anaknya menjadi nabi

๐Ÿ’œ 20| Generasi sahabat menjadi generasi gemilang karena AYAH amat terlibat dalam mengasuh anak bersama ibu. Mereka digelari umat terbaik.

๐Ÿ“š 21| Di dalam quran ternyata terdapat 17 dialog pengasuhan. 14 diantaranya yaitu antara AYAH dan anak. Ternyata AYAH lebih banyak disebut

๐Ÿ’ž 22| Mari ajak AYAH untuk terlibat dalam pengasuhan baik di rumah, sekolah dan masjid

๐ŸŽฏ 23| Harus ada sosokp AYAH yg mau jadi guru TK dan TPA. Agar anak kita belajar kisah Umar yg tegas secara benar dan tepat. Bukan ibu yg berkisah tapi AYAH

๐Ÿ  24| AYAH pengasuh harus hadir di masjid. Agar anak merasa tentram berlama-lama di dalamnya. Bukan was was atau merasa terancam dengan hardikan

๐ŸŒ‡ 25| Jadikan anak terhormat di masjid. Agar ia menjadi generasi masjid. Dan AYAH yang membantunya merasa nyaman di masjid

๐ŸŒน 26| Ibu memang madrasah pertama seorang anak. Dan AYAH yang menjadi kepala sekolahnya

๐Ÿ˜Ž 27| AYAH kepala sekolah bertugas menentukan visi pengasuhan bagi anak sekaligus mengevaluasinya. Selain juga membuat nyaman suasana sekolah yakni ibunya

๐Ÿ‘ฎ 28| Jika AYAH hanya mengurusi TV rusak, keran hilang, genteng bocor di dalam rumah, ini bukan AYAH 'kepala sekolah' tapi AYAH 'penjaga sekolah'

๐Ÿง 29| Ibarat burung yang punya dua sayap. Anak membutuhkan kedua-duanya untuk terbang tinggi ke angkasa. Kedua sayap itu adalah AYAH dan ibunya

๐ŸŒบ 30| Ibu mengasah kepekaan rasa, AYAH memberi makna terhadap logika. Kedua-duanya dibutuhkan oleh anak

๐ŸŒป 31| Jika ibu tak ada, anak jadi kering cinta. Jika AYAH tak ada, anak tak punya kecerdasan logika

๐Ÿ€ 32| AYAH mengajarkan anak menjadi pemimpin yg tegas. Ibu membimbingnya menjadi pemimpin yg peduli. Tegas dan peduli itu sikap utama

๐Ÿ’ 33| Hak anak adalah mendapatkan pengasuh yg lengkap. AYAH terlibat, ibu apalagi

๐Ÿ’ฆ 34| Mari penuhi hak anak untuk melibatkan AYAH dalam pengasuhan. Semoga negeri ini tak lagi kehilangan AYAH

๐Ÿ€๐ŸŒป๐Ÿ’ฆ 35| Silahkan share jika berkenan agar makin banyak AYAH yang peduli dengan urusan pengasuhan.

PERAN IBU DALAM MENDIDIK ANAK PEREMPUAN

Resume Diskusi GROUP HSMN

30 April 2015

๐Ÿ‘‘ Narsum : Ust. Bendri Jaisyurrahman
๐Ÿ“„Tema : PERAN IBU DALAM MENDIDIK ANAK PEREMPUAN
⌚ hari kamis, jam 19.30-21.00
๐ŸŽค moderator :
Sari dan Tia
๐Ÿ“ notulen : bunda Fitri

๐Ÿ€ Profile Narsum ๐Ÿ€

Nama : Bendri Jaisyurrahman
Alamat : Jl. Lubang Buaya Gg. Baru RT 011/03 No 45 Kelurahan Bambu Apus Cipayung Jaktim
twitter : @ajobendri
Status : Menikah (1 istri 4 anak)
Motto : Senyum, Semangat dan Tulus serta Yakinlah ALLAH mencintaimu meski kamu tak harapkan cintaNYA

๐Ÿ‘‰Pendidikan :
1. Mahad Al Hikmah Jakarta
2. FISIP UI
3. Mahad Utsman bin Affan

๐Ÿ‘‰ Pengalaman :
1⃣ Konselor Remaja Yayasan Kita dan Buah Hati
2⃣ Pembimbing Program Pemilihan Dai Cilik (PILDACIL) LATIVI
3⃣ Pembimbing Program Menuju Bintang Ramadhan TVONE
4⃣ Narasumber dalam Program Magic Daddy Radio D-FM 104,7 FM
5⃣ Narasumber dalam program Untukmu Ibu Indonesia TVRI
6⃣ Direktur Pelaksana Rumah Sholeh
7⃣ Kontributor cahayasiroh.com
8⃣ Narasumber tetap di Radio Dakta 107 FM dalam program AYAH hebat
9⃣ Narasumber dalam Program Curhat AyahBunda di Spacetoon
๐Ÿ”Ÿ Narasumber dalam Program Ruang Keluarga di DAAI TV
1⃣1⃣ Pembimbing Rumah Karantina PILDACIL ANTV 2011
1⃣2⃣ Dosen di Universitas Islam Negeri Jakarta, PGTK Ar Risalah dan STAI Bani Saleh
1⃣3⃣ Konsultan dan Supervisor program drama anak dan keluarga TVRI
1⃣4⃣ Juri Hafidz Quran 2014 Trans7

๐Ÿ‘‰ Aktivitas saat ini :
๐Ÿ”นMuballigh
๐Ÿ”นKonselor Anak, Keluarga dan Pernikahan
๐Ÿ”นManajer Operasional YAYASAN LANGKAH KITA
๐Ÿ”น Pembina SAHAJA (Sahabat Anak dan Remaja) dan Q-Gen (Quranic Generation)
๐Ÿ”นKontributor dan Penggagas Lembaga SAHABAT AYAH
๐Ÿ”นPengajar di Ar Rahman Pre Wedding Academy
๐Ÿ”นPengurus MIUMI (Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia) cab. DKI Jakarta
๐Ÿ”นPenggerak Aliansi Cinta Keluarga Indonesia
๐Ÿ”นPengasuh Majelis AYAH
๐Ÿ”นDirektur Kokoh Keluarga Indonesia

Mendidik Anak Wanita (bagian 1)

Pendidikan mengenai anak wanita pada dasarnya adalah pendidikan seksualitas (tarbiyah jinsiyah) di dalam Islam. Hal ini terkait bahwa pendidikan seksualitas di dalam Islam mengatur tentang bagaimana seorang wanita menjadi wanita seutuhnya baik secara biologis, psikologis maupun fisiologis yang nampak dari bagaimana ia berbicara, berjalan, bersikap saat marah dan aktivitas lainnya

Itulah kenapa pendidikan anak wanita dan lelaki tidak boleh sama. Sebab lelaki itu tidak sama dengan perempuan (ali imran : 36). Jika kita menyamakannya kemungkinannya ada dua : salah satunya yakni laki atau perempuan itu rusak. Atau dua duanya yg rusak. Itulah kenapa mendidik anak wanita amatlah khas yg berbeda dgn anak lelaki berdasarkan kajian quran dan sunnah.

Pada bagian kali ini maka saya lebih membahas tentang role model ortu guna mendidik anak wanita. Maksudnya adalah siapakah yg berhak kita jadikan contoh atau figur sebagai wanita yg akan dididik oleh ortu? Dalam hal ini mau tak mau kita merujuk kepada panduan kita sebagai muslim yakni kriteria wanita menurut quran dan hadits. Jadi kriteria bahwa kita sukses mendidik anak wanita bukan berdasarkan Yayasan Putri Indonesia atau Miss Universe Foundation, majalah time dan sejenisnya. Cukuplah Islam menjadi panduan kita untuk mengukur.

Berdasarkan hadits yang disampaikan kepada kita maka tergambarlah wanita terbaik versi Islam itu ada empat. Sesuai sabdanya : Wanita yang paling utama dan tertinggi di surga itu ada empat yakni maryam binti imran, khadijah binti khuwailid, fathimah binti muhammad dan asiyah binti muzahim (HR. Tirmidzi)

Perhatikan hadits tersebut. Ternyata wanita terbaik yg seharusnya jadi role model indikator kesuksesan kita dalam mendidik anak wanita bukanlah margareth teacher, hillary clinton, bunda theresa, kartini dan yg lainnya. Hanya empat yg rasul sebut. Itu artinya tugas kita sebagai ortu adalah mendidik anak wanita menjadi seperti empat wanita tadi. Masalahnya, apakah kita sebagai orangtua tau dengan detail kisah keempat wanita tadi? Jangan-jangan kisah barbie, frozen dan sejenisnya lebih panjang kita ceritakan kepada mereka dibandingkan keempat wanita tersebut. Wajarlah kalau anak wanita kita malah semakin jauh dari karakter wanita tersebut.

Karena itu tugas, ibu ibu disini adalah membaca dan menghayati kisah keempat wanita tersebut. Sebab mereka lah rujukan kita dalam mendidik anak wanita kita. Jika sudah, saya akan membahas point penting dari karakter dasar anak wanita berdasarkan contoh dari keempat wanita tersebut. Selamat men searching ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜Š

Mendidik Anak Wanita (bagian 2)

--ajarkan kesucian--

Mari coba kita gali profil dari keempat wanita yg disebutkan dalam hadits tadi. Yg jelas keempat wanita itu ternyata bukan tipe wanita yg punya prestasi segudang atau kecantikan menawan atau kepintaran di atas rata-rata. Keempat wanita tersebut boleh dibilang hanya wanita 'biasa' jika dilihat dari prestasi publik kekinian. Namun mengapa mereka digelari wanita terbaik? Disinilah kita coba ambil pelajaran penting tentang hakikat pendidikan anak wanita. Yang memang tidak diorbitkan menjadi manusia dengan segudang prestasi dan penghargaan namun ada yg lebih penting dari itu semua yang menjadikannya sebagai wanita terbaik di hadapan Allah.

Yang pertama, adalah keempat wanita tersebut dikenal dan digelari sebagai wanita suci atau ath thohiroh. Maryam digelari oleh Allah sebagai wanita suci dalam quran surat ali imran ayat 42. Khadijah istri rasul pun demikian. Mendapat gelar ath thohiroh dari masyarakat meskipun ia sudah janda. Begitu juga dengan fathimah dan asiyah.

Itu artinya ciri khas pendidikan anak wanita sedari dini adalah mengajarkan tentang pentingnya kesucian. Ya, kesucian. Dan quran tidak menyebutnya dengan istilah keperawanan (al bakirah). Sebab yang diinginkan bukan sekedar perawan tapi suci. Suci terkait dengan aspek adab dan sikap. Sementara perawan hanya terkait dengan kokohnya selaput dara di liang kemaluan.

Jika kesucian yang kita ajarkan, kelak ketika ia sudah menikah atau bahkan janda sekalipun, ia akan tetap jaga adab kepada lelaki yg ia temui. Tidak sembarangan disentuh, apalagi agresif menggoda. Misalnya 'menembak' langsung kepada lawan jenis. Ini bukan ciri wanita suci. Bagaimana dengan bunda khadijah yang kabarnya 'melamar' rasulullah lebih dulu? Ketahuilah saat khadijah punya perasaan cinta kepada muhammad, ia tidak agresif, kasih kode dengan pura-pura jatuhin pulpen atau buku di depan muhammad layaknya sinetron murahan di tv. Tidak sama sekali. Ia nyatakan dengan cara yg suci lewat pihak yg amanah yakni nufaisah. Maka kesuciannya tetap terjaga meskipun janda.

Inilah hakikat kesucian. Muncul dalam sikap pemalu, jaga adab di area publik dan tak berkeinginan menonjolkan diri. Beda jika kita hanya ajarkan keperawanan. Bahkan banyak remaja wanita yg begitu 'cerdas' nya dengan pacaran cukup dengan ciuman bibir dan petting. Dengan dalih yg penting masih perawan. Bagian bawah tak disentuh. Namun bagian atas telah ternoda. Naudzubillah. Inilah kesalahan pengasuhan anak wanita. Yakni salah terminologi istilah.

Maka, pendidikan dasar anak wanita adalah menjaga kesucian sedari dini. Dengan sifat tersebut ia akan menjadi wanita yg dimuliakan bukan hanya oleh penduduk dunia namun juga penduduk langit. Apa saja yg bisa kita lakukan agar ia bisa menjaga kesucian? Kita sambung kapan-kapan hehe (pegel nulisnya soalnya)

Salam,

bendri jaisyurrahman (twitter : @ajobendri)

Tanya jawab :

1⃣pertanyaan pertama
Tanya ustad. Mengajarkan kesucian utk anak itu apakah beda dg mengajarkan mjd pemberani?(berani dlm mengubgkapkan pendapat, berekspresi, dll)

1⃣ Tentu beda. Pada dasarnya nilai keberanian adalah nilai umum yg wajib dimiliki setiap anak. Dalam hal ini juga wanita. Hanya saja penekanan kesucian ini menjadi karakter dasar. Dimana hakikat dasarnya adalah ia memiliki kemampuan utk menjaga diri dari pengaruh buruk lingkungan luar atau bisa juga dorongan dari dalam. Itulah kenapa kesucian bagi wanita akan bermuara kepada ketegasan. Di antaranya berani utk menolak lelaki yg sembarangan menyentuhnya. Sebagaimana yg dilakukan maryam yg tak pernah disentuh oleh lelaki asing. Maka mengajarkan kesucian butuh sosok ayah yg mengajarkan ketegasan. Inilah hikmah kenapa maryam sedari dini meski ditinggal mati oleh imran, tetap diaeuh oleh sosok lelaki yakni nabi zakaria, agar ia jadi wanita yg tegas ✅

๐Ÿ‘‰Pertanyaan lanjutan :
Bisakah tetap menjaga kesucian tetapi juga percaya diri.
๐Ÿ‘ณTentu bisa. Sebab dasar dari kesucian adalah bangga akan dirinya. Makanya ia tak sembarangan digoda lelaki lain. Memahami bahwa sebagai wanita ia begitu mulia sehingga menjaga muruah dan kehormatannya agar tak dilecehkan. Dengan demikian sikap yg muncul bukanlah cerminan minder, melainkan kepercayaan diri sebagai wanita muslimah yg diistimewakan dalam Islam. Alhasil, saat ia berbusana muslimah ia jalani dengan penuh semangat dan rasa terhormat. Hal inilah yg dilakukan oleh wanita zaman rasul saat turun perintah hijab (al ahzab ayat 59). Mereka berlomba memakai sampai mengambil kain ordeng di rumah hingga menyisakan satu lobang di mata. Mereka berjalan layaknya bawa terpal. Namun mereka tetap percaya diri ✅

2⃣ Pertanyaan kedua:
Apa yang membedakan antara pendikan u anak wanita dg anak laki2

2⃣ Coba lihat surat ali imran ayat 33, Tadabburi bersama sama yuk..Emang idealnya ngomong nih. Karena penjelasannya panjang hehe..
"Sesungguhnya Allah telah memilih adam, nuh, keluarga ibrahim dan keluarga imran atas segala ummat"
Dalam ayat ini hanya ibrahim dan imran yg diberi gelar keluarga. Dimana pesannya keluarga yg sukses itu hanyalah ibrahim dan imran. Namun utk adam dan nuh tetap banyak pelajaran sebagai ortu (kita bahas kapan kapan ya) Nah, mempersingkat waktu. Keluarga ibrahim ini mewakili pengasuhan anak lelaki sebab semua anaknya lelaki yang diantaranya adalah ismail dan ishaq. Sementara imran mewakili pengasuhan anak perempuan sebab anaknya maryam perempuan satu-satunya. Kesimpulannya belajar mendidik anak lelaki lihatlah keluarga ibrahim. Mendidik anak wanita lihatlah keluarga imran. Dimana bedanya? Baik kita urai sebentar ya..
1. Ibrahim dipuji sebagai keluarga terbaik sebab punya dua anak yg dibanggakan yakni ismail dan ishaq
2. Imran disebut keluarga terbaik sebab punya anak wanita yg dimuliakan yakni maryam
3. Maka mendidik anak lelaki didiklah jadi ismail dan ishaq Dan mendidik anak wanita didik jadi maryam
Siapa ismail dan ishaq? Mereka adalah nabi. Itu artinya kesuksesan pendidikan anak lelaki adalah jika menjadikan anaknya menjadi NABI
mungkin gak di zaman sekarang? Tentu gak mungkin..Sebab udah gak ada nabi, Maka kenabian sebagai wujud prestasi lelaki zaman sekarang diwujudkan dalam dua hal :
1. Didik anak lelaki menjadi ulama sebab ulama itu pewaris nabi. Nah, ulama ini dalam bahasa arab bukan sekedar ustadz namun maknanya adalah ahli ilmu. Artinya kalau dia ahli matematika, politik, media, seni juga disebut ulama kalau ahli
2. Jadikan anak lelaki itu punya jiwa iqomatuddin (43:12) Artinya kalau dia ahli dalam bidang sesuatu akan percuma kalau gak punya ghiroh agama. Maka buat ia punya ghiroh agama. Nah ini penekanan anak lelaki. Teknis mendidiknya kapan kapan. Kok jadi bahas lelakinya? Hehe
Nah utk wanita lihatlah maryam. Ternyata ia bukan nabi. Namun ia mencetak nabi yakni isa. Kesimpulannya wanita dididik utk menjadi pemeran utama tapi beroeran mencetak pemeran utama. Sebagaimana maryam. Maka disinilah pepatah berlaku : dibalik lelaki hebat ada...mantan yg menyesal...ups...salah..Maksudnya ada wanita di belakangnya. Kira kira perbedaan dasarnya disitu. Kalau saya uraikan lagi kepanjangan. Utk sementara itu dulu ya.,, teknisnya kapan kapan. Tulisannya berseri ✅

3⃣Pertanyaan ketiga:
๐Ÿ™‹ sari (admin grup 10)
Tanya ustadz..utk menjaga kesucian isni kan pasti ortu harus mendidik anak sejak dini ya butk memakai jilbab.nah bagaimana ustadz kalau ortu dulu yg blm paham akan perintah jilbab, alhamdulillah skrg sudah paham dan mnyuruh anaknya utk memakai jilbab. tp anaknya sampai skrg blm juga mau memakai jilbab..skrg anaknya sudah besar..nah bagaimana ya ustadz agar si anak sadar bahwa jilbab itu kewajiban dan perintah dr Allah?jazakallah khair ustadz..

3⃣ Ok utk pertanyaan ketiga ini terkait dakwah ke anak. Ada tahapan sebelum mengajak anak, yakni mengikat hatinya. Anak yg tak punya emotional bonding dgn ortu maka mudah melawan. Itulah kenapa fokus perbaikan kepada anak jika pernah khilah adalah perbaikan ikatan hati. Utk bisa menjalin ikatan batin dgn anak maka baca tulisan lama saya di bawah ini ๐Ÿ‘‡

MENGIKAT HATI ANAK, MENJALIN EMOTIONAL BONDING
(TIPS PARENTING)
by : bendri jaisyurrahman (twitter : @ajobendri)

1| Salah satu tugas pengasuhan adalah membuat ikatan
emosi yang kuat antara ortu dan anak yang dikenal
dengan istilah emotional bonding

2| Ikatan emosi atau batin ini berpengaruh bagi anak
dalam menjalani masa-masa sulit semasa hidup sekalipun
tak ada ortu di sisi

3| Tak selamanya ortu mendampingi hidup anak. Ia harus
tumbuh mandiri dengan potensinya. Emotional bonding
yang kuat terhadap ortu sebagai pengarah

4| Setidaknya ada beberapa masa kehidupan dalam diri
anak dimana ia alami krisis : pra sekolah, pra puber,
pubertas, pra nikah dan nikah

5| Di masa-masa tersebutlah ia butuh bimbingan dan
arahan. Maka meski tak ada ortu di sisi, nasehat-nasehat
dan teladan ortu tetap dijaga selama masih ada ikatan
batin

6| Hal ini lah yang dialami oleh Nabi Yusuf muda saat
terpesona dengan kecantikan zulaikha dan diajak berbuat
mesum. Ia punya hasrat

7| Hasratnya hampir saja menjerumuskannya seandainya
Allah tak berikan 'pertanda'. Seperti yang terdapat
dalam surat Yusuf : 24. Sila dibaca
'Pertanda' yg dimaksud adalah nasehat ayahnya yang
tiba-tiba muncul saat ia hampir saja terpedaya oleh
nafsunya. Ini kata ibnu katsir

9| Bayangkan! Nabi yusuf yang terpisah jauh oleh
ayahnya, terjaga diri dari bujukan setan. Tak jadi berbuat
zina. Tersebab ikatan batin dengan ayahnya

10| Itu pula yang diharapkan dari anak kita. Jauh terpisah
namun menjaga kehormatan keluarga karena nasehat
indah ortu yang tertanam dalam jiwa

11| Saat krisis jiwa melanda, tak kemana-mana cari
solusi. Yakin ada ortu yang siap membantu cari jalan
keluar. Percaya sepenuhnya

12| Seorang wanita yang sedang konflik dengan suaminya,
akan curhat ke ayahnya. Bukan ke lelaki lain. Rumah
tangga terselamatkan. Sebab ada father bonding

13| Anak yg tak punya emotional bonding maka tak
percaya dengan ortunya. Lebih dengar kata temannya
sekalipun buruk

14| Bagaimana menciptakan emotional bonding dengan
anak? Usia dini jangan diabaikan. Bermula dari bayi dalam
kandungan. Ayah bunda terlibat bersama

15| Saat bayi dalam kandungan, jadikan suara ayah-bunda
nya yg lebih banyak didengar. Ajak ia bicara sambil
mengusap perut bunda

16| Saat anak lahir, sambutlah anak dalam pelukan yang
hangat. Hadapkan wajah kita ke hadapannya. agar
perlahan di scan dalam memorinya

17| Usia 0-2 tahun adalah fase pengikatan. Disinilah fase
dimana ayah-bunda harus jadi aktor utama dalam
pengasuhan. Bukan yg lain

18| Di fase inilah Allah perintahkan ibu untuk memberinya
ASI. Yang bukan sekedar susunya, namun juga belaian
yang dibutuhkan anak
19| Betapa banyak ibu yang lebih sering menitipkan ASI
nya pada botol. Tak memberinya langsung dari puting.
Sehingga anak sehat namun jiwanya kosong
20| Fase ini juga seorang ayah harus banyak terlibat
mengasuh. Luangkan waktu tuk ganti pampers, gendong
anak sambil cerita, bacakan quran, dll

21| Dalam usia 0-2 tahun jangan terburu-buru kenalkan
anak pada media meskipun isinya bagus. Sebab emosi
belum terikat sepenuhnya

22| Jika ingin ajarkan anak tentang quran, jangan dari
kaset. Akan lebih elok jika ortunya yang menyuarakan
sekalipun belum fasih. Agar tercipta ikatan batin

23| Sekalipun ada pengasuh lain, peran mereka hanya
membantu. Bukan tokoh sentral. Agar ikatan yang
terjalin bukan kepada mereka namun kepada ortunya

24| Keluarkan segala energi: suara, bahasa tubuh, dan
ekspresi muka agar terekam kuat dalam memori anak.
Inilah yang menjadi dasar munculnya ikatan hati

25| Bagaimana jika anak sudah melewati usia 2 th
sementara kita terlambat melakukan upaya emotional
bonding ?

26| Jika anak sudah melewati usia 2 tahun, bisakah kita
ciptakan emotional bonding dengannya? Masih sangat
bisa. Asal kita bisa membaca golden moment

27| Golden moment ini adalah situasi dimana anak benar-
benar butuh hadirnya kita. Bisa tanpa sengaja atau juga
kita rekayasa

28| Golden moment yang dimaksud minimal ada dua :
yakni saat anak sedih dan saat anak unjuk prestasi.
Hadirlah dengan sungguh-sungguh di dua waktu ini

29| Saat anak sedih, ia butuh sandaran jiwa. Butuh ada
yang memeluk dan dengarkan curhatnya. Hadirlah segera.
Jangan sampai orang lain yang ambil alih

30| Tak pekanya ortu saat anak sedih malah buat ikatan
hati makin rapuh. Kepercayaan menurun. Anak lari
kepada sosok lain

31| Dan hadirlah saat anak unjuk prestasi : baca puisi di
skolah, ambil raport, menari, dan sejenisnya. Ini adalah
persembahan untuk ortu dari anak

32| Saat unjuk prestasi, yang anak butuhkan adalah tepuk
tangan dan apresiasi ortunya. Jika ortu tak hadir,
rusaklah kepercayaan anak

33| Kehadiran ortu dalam kegiatan mereka adalah
pengakuan eksistensi anak. Ortu yang cerdas, akan
paksakan diri tuk hadir. Demi tercipta emotional bonding

34| Semoga kita bisa menjadi ortu yg mampu jalin
emotional bonding dengan anak kita. Agar anak
terdampingi selamanya meski kita tiada. Salam cinta
(bendri jaisyurrahman)
Kesimpulannya sebagaimana pepatah arab : al ihsan yu'jizul insan (kebaikan akan menaklukkan hati manusia). Maka, berbuat baik kepada anak lebih banyak agar anak mau diajak utk taat kepada Allah
Wallahu a'lam ✅

4⃣Pertanyaan keempat :
Aslm, ustadz, anak sy perempuan usia 4 tahun. Bgmn contoh konkrit mengenalkan ke4 sosok wanita utama tsb, krn anak2 kdg msh lbh tertarik pd gambar drpd kisah lisan..

4⃣ Yg pertama kali ibu lakukan adalah membaca dulu kisah sejarah keempat wanita tersebut, Kemudian ibu coba kemas dalam sebuah cerita berseri yg menarik sebagaimana kisah frozen, barbie dikemas. Atau jika anak sudah terlanjur ngefans dgn figur wanita lain, berikan sentuhan cerita tadi agar anak tau tentang keunggulan wanita tadi. Utk selanjutnya, berdoalah semoga ada penerbit yg cukup cerdas menampilkan profil wanita tersebut dalam sebuah buku yg menarik. ✅
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Terimakasih atas waktu yg diberikan ya ustadz. Semoga mnjd amal yg bermanfaat utk kita semua. Kita akhiri dg membaca Hamdalah dan doa kafarotul majlis "Alhamdulillahirobbil'alamiin
Subhanaka Allahumma Wabihamdika Asyyhaduallaillahailla anta astaghfiruka wa'atubuilaih".

Saya yg bertugas mohon maaf atas segala kekurangan.Wassalammu'alaikum warohmatullahiwabarokatuh
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
๐Ÿ”…๐Ÿ”†๐Ÿ”…๐Ÿ”†HSMN๐Ÿ”†๐Ÿ”…๐Ÿ”†๐Ÿ”…
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
๐Ÿ‘ฅfacebook.com/hsmuslimnusantara

๐Ÿ“ท instagram: @hsmuslimnusantara
๐Ÿค twitter: @hs_muslim_n

๐ŸŒ web:
hsmuslimnusantara.org

TERGANTUNG BAGAIMANA KEPALA SEKOLAHNYA??

TERGANTUNG BAGAIMANA KEPALA SEKOLAHNYA??

by. Bendri Jaisyurrahman

Untuk kali ini, ijinkan saya bicara kepada ayah dari hati ke hati...
Dalam konteks pengasuhan, sekolah pertama bagi anak adalah Ibu. Ibu adalah sekolah pertama dan terbaik bagi anak, krn secara psikologis: Ibu memberikan rasa nyaman bagi anak agar betah berlama-lama di dekatnya, menjadi tempat utk curhat dan diskusi tentang banyak hal terutama menanamkan nilai-nilai agar anak menjadi tangguh menghadapi tantangan kehidupan.

Sulit bagi Ibu untuk fokus mendidik anak dan membuat mereka nyaman secara psikologis jika ia tidak mendapat dukungan, apalagi jika hanyut dalam perasaannya sendiri dan mudah stress.

Ibu yg stress akan mudah emosi dan kurang sabar menghadapi anak-anak. Inilah gejala awal munculnya 'mother distrust' di mana anak jadi tidak betah di rumah dan merasa bhw Ibu adalah sosok yg tidak mengenakkan.

Semua fungsi dan tugas Ibu sbg. guru pertama dan utama akan dapat dipenuhi jika peran sbg Kepala Sekolah yg dipikul Ayah berjalan maksimal.

Mother distrust muncul lagi-lagi krn peran ayah sbg. Kepala Sekolah; hilang atau sangat kurang. Ayah lah yg seharusnya berpikir utk membuat anak menjadi betah bersama ibunya, dalam hal ini: apakah kebutuhan psikologis Ibu. Ibu akan bisa memberikan rasa nyaman kepada keluarga jika ruang bathin nya nyaman. Dan.... Ayah-lah yg berkewajiban menyamankan ruang bathin Ibu. Ada ruang dan waktu bagi Ibu utk mencurahkan isi hatinya, misalnya: tidak hanya dibebani oleh pusingnya kenaikan harga2 di luar.

Menurut penelitian, perempuan (makhluk berkromosom XX) yg jiwanya sehat butuh mengeluarkan 20 ribu kata per hari. Ibu yg jarang diajak ngobrol santai oleh suaminya, maka bahasa tubuh dan nada bicaranya tidak mengenakkan. Menyusui anak akan resah, tak sabar dgn kelakuan anak, bahkan cenderung menjadikan anak sbg. sasaran pelimpahan emosi yg tdk semestinya. Jadi, endapan permasalahan dgn sang ayah dimanifestasikan dlm bentuk amarah yg tidak jelas kepada anak-anak.

Terkadang, ada Ibu yg tetap sabar kepada anak2nya meskipun Ayah tak memberi ruang bagi jiwanya..., tapi manifestasi ekstrim nya dalam bentuk penyakit fisik yg sulit sembuh

Maka tugas wajib ayah adalah memberikan ruang, waktu dan suasana setiap hari bagi Ibu utk bicara sbg. upaya utk selalu menyehatkan jiwanya, mendengar keluh kesahnya. Rangkul Ibu untuk marah dan menangis kepada Ayah saja agar sehat jiwanya, agar Ibu bisa selalu memberikan bunga cinta utk anak-anaknya.

Ibu yg sehat jiwanya dapat menjalankan tugasnya sebagai sekolah terbaik bagi putra-putri nya. Ia bisa tahan berjam-jam mendengar keluhan anak2nya. Ia mudah memaafkan anaknya. Ia menjadi madrasah yg baik utk menanamkan nilai-nilai Robbany..., dan hal ini harus didukung oleh ayah yg memperhatikan bathinnya, disamping kesehatan fisiknya. Ibu harus sehat luar dalam.

Ayah yg hebat, berawal dari suami yg hebat, yg mengerti jiwa dan kebutuhan pasangan. Singkatnya, bahagiakan pasangan kita, krn ia adalah madrasah utama bagi anak-anak kita.

Sumber: Twitter @ajobendri

Mengenal dan memahami perbedaan otak pria dan wanita

๐Ÿ‘ถ๐Ÿ‘ฆ๐Ÿ‘ง๐Ÿ‘ด๐Ÿ‘ต๐Ÿ‘ฉ๐Ÿ‘จ๐Ÿ‘ถ
Fakta menarik tentang otak serta perbedaan antara laki-laki dan perempuan
๐Ÿ‘ถ๐Ÿ‘ฆ๐Ÿ‘ง๐Ÿ‘จ๐Ÿ‘ฉ๐Ÿ‘ด๐Ÿ‘ต๐Ÿ‘ถ

Seminar yang diadakan komite SDIT Darul Quran Mulia Serpong itu bertajuk
"Mengenal dan memahami perbedaan otak pria dan wanita."

Dalam benak saya sudah terbayang cerebrum, otak kecil, amygdala atau istilah biologis lainnya. Dan wow…ternyata saya salah besar! dr. Aisyah Dahlan membungkus apik materi dan menyuguhkan fakta baru yang unik. Cerdas dan humoris, tak heran para peserta betah berlama-lama duduk hingga akhir acara. Karena saya datang agak terlambat mungkin banyak materi pembuka yang terlewat. Sambil momong si kecil, kurang lebih seperti ini beberapa point yang bisa saya sampaikan.

1. Anatomi cerdas
Di dalam cerdas ada banyak pintar yang saling terhubung. Maka tak bisa dikatakan cerdas jika seseorang bisa dengan mudah menyelesaikan soal trigonometri tetapi tak bisa membuat telor ceplok atau mie instan (Lhoh??). Tenang, cerdas ini bisa dilatih kok, misalnya dengan banyak belajar sering latihan, jalan-jalan dan silaturahim.

2. Otak kiri mengatur bagian tubuh sebelah kanan, bekerja untuk mengingat kata-kata, matematika, verbal, logis, fakta, analisa, syair, nyanyian, lineal, detail dan lebih teratur. Sedang otak kanan cenderung kepada kreatif, warna,artistik, visualisasi, intuisi, gagasan, khayalan, holistik, music, bentuk dan ruang.

3. Otak kiri pada perempuan berkembang lebih cepat daripada laki-laki
Pada usia 0-6 tahun otak kanan dan kiri perempuan tumbuh dengan kecepatan yang berimbang. Sedangkan pada laki-laki otak kanan berkembang lebih cepat daripada perempuan. Meski demikian, otak kanan laki-laki berkembang lebih cepat daripada otak kiri perempuan.. Tak heran jika pada usia sekolah banyak perempuan mendapat ranking di kelasnya, lebih cepat kemampuan membaca dan menulisnya. Anak laki-laki yang mungkin merasa kurang dalam lisan, kesenian dan matematika merasa terintimidasi dan akhirnya lebih senang membuat kekacauan dan keributan. Semoga dengan mengetahui fakta ini bunda lebih bisa memahami anak laki-lakinya dan tidak membedakan dengan saudara perempuannya.

4. Pada usia 6-12 tahun otak kanan dan kiri laki-laki akan mulai berkembang dan baru berkembang beriringan menginjak usia 18 tahun. Pada usia itulah laki-laki akan menduduki posisi penting semisal ketua senat, ketua BEM, memimpin orasi dan lain sebagainya. Sedang perempuan akan kembali ke fitrah yakni menjadi seksi konsumsi, bendahara, sekretaris, dan sebagainya. Mungkin inilah yang menjadi alasan mengapa di beberapa negara di luar negeri anak laki-laki dan perempuan belajar di tempat terpisah. Anak laki-laki akan belajar dengan praktik secara langsung menggunakan komputer, robotic, dll sedang anak perempuan akan cukup meski belajar hanya dengan kertas dan buku.

5. Otak perempuan terhubung lebih baik dan otak pria dibuat untuk pekerjaan khusus.
DR. Rober Groski, ahli neurologi dari Universitas California, Los Angeles menemukan bahwa corpus collosum pada otak perempuan lebih tebal daripada laki-laki sehingga perempuan mampu mengerjakan berbagai pekerjaan yang tidak saling berhubungan dalam satu waktu. Kita sering menyebutnya multitasking. Maka wajar jika seorang ibu bisa saja menggoreng tempe sambil menyuapi si kecil dan menemani kakak belajar sembali sesekali melirik smart phonenya. Berbeda dengan laki-laki yang hanya bisa menekuni satu hal. Dan ketika ia sedang berkonsentrasi, tanpa disadari pendengaranya akan menurun. Menurun ya, bukan berkurang. Jika anak laki-laki atau suami bunda tak menyahut panggilan ketika ia sedang serius maka saatnya bunda bilang, “Wow…laki banget!” hehe. Stop memanggil berulang-ulang karena hanya akan menghabiskan energi. Datangi dan colek bahunya saja mungkin lebih efektif. Mungkin hal ini berkaitan pula dengan sudut pandang. Perempuan memliki sudut pandang yang lebar sedang laki-laki bersudut pandang lurus namun panjang.

6. Letak emosi
Pada laki-laki umumnya terletak di sebelah kanan yang berarti perasaan dapat bekerja secara terpisah dari fungsi-fungsi otak yang lain. Contoh laki-laki berdebat dengan kata-kata di otak kiri tanpa emosional. Pada perempuan, titik emosi tersebar pada kedua belahan otak. Perasaannya menjadi lebih aktif serempak bersama dengan fungsi otak lain. Contoh : perempuan bisa menangis ketika mengganti ban yang kempes

7. Otak kanan perempuan tersusun untuk bereaksi dengan orang dan wajah-wajah sedang otak laki-laki pada benda dan bentuknya. Jika suami lebih senang mengotak-atik laptopnya ketimbang melihat wajah anda, bukan berarti wajah anda tidak cantik bund! (menghibur diri dan curhat, hehe).

8. Cara menyimak laki-laki dan perempuan
Di sepuluh menit pertama, perempuan bisa berkali-kali berubah ekkspresi. Contoh ketika secara tak sengaja bertemu dengan teman sekolahnya di pusat perbelanjaan. Pasti sangat hebring dengan ucapan semisal “Ehh Apa kabar??” “Ah Masa sih??”” Iya gitu??” “Hihi bisa aja jeng” dan ucapan yang senada diikuti dengan mimik serta gestur yang berubah-ubah pula. Laki-laki cenderung datar dan kurang ekspresif. Maka lebih bijak bagi para bunda untuk menunggu selama 10 menit sebelum mengajak suami mengobrol sepulang kerja.

9. Perempuan menginginkan hubungan dan kerjasama laki-laki menginginkan kekuasaaan kedudukan dan bersaing.
Pernahkan anda melihat seorang laki-laki dalam suatu seminar berkata pada temannya, “Ke kamar mandi yuk..!” hoho pasti tidak. Laki-laki akan fokus, ke kamar mandi ya ke kamar mandi. Perempuan yang memang menyukai hubungan biasanya mengajak temannya pergi ke toilet. Belum kalau sedang mengantri, melihat teman sebaya yang juga sedang mengantri di sebelah pasti tak tahan untuk bilang, “dari mana mbak?” :-D

10. Wanita menghargai hubungan dan laki-laki menghargai pekerjaan
Jika wanita tidak bahagia dalam hubungan keluarga maka ia tak dapat berkonsentrasi pada pekerjaannya, sebaliknya laki-laki tidak dapat memusatkan perhatiannya pada keluarganya jika ia tak bahagia dalam pekerjaannya

11. Beberapa perbedaan laki-laki dan perempuan
- Laki-laki lebih suka berterus terang sedang perempuan tidak. Contoh : “Bunda marah ya?” “Enggak!”
- Laki-laki bicara apa adanya, perempuan dengan perasaan
- Bila curhat, perempuan hanya ingin di dengar, laki-laki menawarkan solusi
- Perempuan mungkin kesulitan membaca peta atau petunjuk jalan, laki-laki tahu arah dengan pasti
- Berbelanja adalah kegembiraan bagi wanita namun sebuah teror bagi laki-laki
- Perempuan butuh bicara jika tertekan sedang laki-laki tidak

Itulah perbedaan mendasar antara laki-laki dan perempuan. Allah jadikan berbeda untuk saling melengkapi agar tercipta sakinah mawaddah warahmah.
๐Ÿ‘ถ๐Ÿ‘ฆ๐Ÿ‘ง๐Ÿ‘จ๐Ÿ‘ฉ๐Ÿ‘ด๐Ÿ‘ต๐Ÿ‘ถ

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.” (QS 30:21)

Kutipan Seminar di SDIT Darul Qur'an mulia
Narasumber: dr. Aisyah Dahlan

Saturday, March 26, 2016

Resume Buku tentang Konsumsi Islami (8) Pengenalan Eksklusif Ekonomi Islam

Mustafa Edwin Nasution, M.Sc., MAEP, Ph.D., Ir. Budi Setyanto, M.Si., Nurul Huda, SE., MM., M.Si., Muhammad Arief Mufraeni, Lc., M.Si., Bey Sapta Utama, SE., M.Si. menulis Pengenalan Eksklusif Ekonomi Islam (2010). Buku ini merupakan buku teks ekonomi Islam.

Perilaku konsumsi Islami berdasarkan tuntunan Al-Qur’an dan Hadits perlu didasarkan atas rasionalitas yang disempurnakan yang mengintegrasikan keyakinan kepada kebenaran yang melampaui rasionalitas manusia yang sangat terbatas ini.(60)
Akibat dari rasionalitas konsumsi yang lebih mendukung individualisme dan self interest, maka keseimbangan umum tidak dapat dicapai. Yang terjadi adalah munculnya berbagai ketimpangan dalam berbagai persoalan sosioekonomi. Untuk itu perlu menginjeksikan nilai-nilai (values) dalam sektor konsumsi sehingga tidak membahayakan bagi keselamatan manusia itu sendiri.(61)
Konsep an-nafs al-muthmainah. Jiwa yang tenang ini tentu saja tidak berarti jiwa yang mengabaikan tuntutan aspek material dari kehidupan. Tentu saja ia tetap memerlukan semua pemenuhan kebutuhan fisiologis jasmani termasuk juga kenyamanan-kenyamanan (comforts). Pemuasan kebutuhan harus dibarengi dengan adanya kekuatan moral, ketiadaan tekanan batin (tension) dan adanya keharmonisan hubungan antar sesama manusia dalam sebuah masyarakat. Disinilah perlu diinjeksikan sikap hidup peduli kepada nasib orang lain (al-iitsar). Sikap ini tentu akan meniadakan berbagai varian dari pola konsumsi materialistis seperti conspicuous consumption. Konsumsi model ini secara agama tidak mendapatkan dasar pijakan dan secara ekonomi berbahaya karena hanya menguras devisa negara dan secara sosial merenggangkan keharmonisan hidup bermasyarakat.

Konsep Maslahah dalam Perilaku Konsumen Islami
Maslahah adalah sifat atau kemampuan barang dan jasa yang mendukung elemen-elemen dan tujuan dasar dari kehidupan manusia di muka bumi ini.(62) Semua aktivitas yang memiliki maslahah bagi umat manusia, disebut “needs” atau kebutuhan. Dan semua kebutuhan ini harus dipenuhi.
Mencukupi kebutuhan –dan bukan memenuhi kepuasan / keinginan- adalah tujuan dari aktivitas ekonomi
Mencukupi kebutuhan –dan bukan memenuhi kepuasan / keinginan- adalah tujuan dari aktivitas ekonomi
Mencukupi kebutuhan –dan bukan memenuhi kepuasan / keinginan- adalah tujuan dari aktivitas ekonomi Islami, dan usaha pencapaian tujuan itu adalah salah satu kewajiban dalam beragama.
Adapun sifat-sifat maslahah sebagai berikut:
- Maslahah bersifat subjektif dalam arti bahwa setiap individu menjadi hakin bagi masing-masing dalam menentukan apakah suatu perbuatan merupakan suatu maslahah atau bukan bagi dirinya. Namun, berbeda dengan konsep utility, kriteria maslahah telah ditetapkan oleh syariah dan sifatnya mengikat bagi semua individu. Misalnya, bila seseorang mempertimbangkan bunga bank memberi maslahah bagi diri dan usahanya, namun syariah telah menetapkan keharaman bunga bank, maka penilaian individu tersebut menjadi gugur.
- Maslahah orang per orang akan konsisten dengan maslahah orang banyak. Konsep ini sangat berbeda dengan konsep Pareto Optimum, yaitu keadaan optimal dimana seseorang tidak dapat meningkatkan tingkat kepuasan atau kesejahteraannya tanpa menyebabkan penurunan kepuasan atau kesejahteraan orang lain.
- Konsep maslahah mendasari semua aktivitas ekonomi dalam masyarakat, baik itu produksi, konsumsi, maupun dalam pertukaran dan distribusi.
Maslahah terbagi 2: 1) yang menyangkut kehidupan dunia dan akhirat, dan 2) yang menyangkut kehidupan akhirat saja.
Individu Islam memiliki 2 jenis pilihan:
1. Berapa bagian pendapatannya yang akan dialokasikan untuk maslahah1 dan maslahah2.
2. Bagaimana memilih didalam maslahah1: berapa bagian pendapatannya yang akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan kehidupan dunia dan berapa bagian untuk kebutuhan akhirat.
Pada tingkat pendapatan tertentu
Penjelasan tingkatan maslahah(64)
Nasihat Abu Bakar untuk tidak menghabiskan bekal untuk beberapa hari dalam satu hari saja.
Nasihat Muawiyah “pengaturan belanja yang baik itu merupakan setengah usaha, dan dia dianggap sebagai setengah mata pencaharian”. Umat Islam dalam mencari harta sampai membelanjakannya tetap berpedoman bahwa itu semua merupakan bagian dari ibadah.
Konsumsi barang impor untuk kebutuhan dan barang mewah memperburuk neraca transaksi.
Islam memperkenalkan konsep israf dan tabzir. Islam membentuk jiwa dan pribadi yang beriman, bertakwa, bersyukur, dan menerima.(65)
Pola hidup konsumtivisme tidak pantas untuk pribadi yang beriman dan bertakwa. Gaya hidup yang cocok adalah simple living (hidup sederhana) dalam pengertian yang benar secara syar’i.
Pengeluaran rumah tangga muslim lebih mengutamakan kebutuhan pokok sehingga sesuai dengan tujuan syariat. Kebutuhan pokok ada 3:
1. Primer: nafkah pokok yang dapat mewujudkan 5 tujuan syariat yaitu memelihara jiwa, akal, agama, keturunan, dan kehormatan. Tanpa kebutuhan primer kehidupan manusia tidak akan berlangsung. Meliputi kebutuhan akan makan, minum, tempat tinggal, kesehatan, rasa aman, pengetahuan, dan pernikahan.
2. Sekunder: kebutuhan manusia untuk memudahkan kehidupan, agar terhindar dari kesulitan.
3. Pelengkap: kebutuhan yang dapat menciptakan kebaikan dan kesejahteraan dalam kehidupan manusia.
Ibu rumah tangga yang umumnya merupakan manajer rumah tangga, mesti disiplin dalam menempati skala prioritas kebutuhan tadi, sesuai dengan pendapatan yang diperoleh suaminya.
Jika sudah memenuhi semua kebutuhan, Islam tetap mengharamkan pengeluaran yang berlebih-lebihan dan terkesan mewah, karena dapat mendatangkan kerusakan dan kebinasaan. QS al-Israa ayat 16. (66)
Untuk mencegah gaya hidup mewah, pembelanjaan yang tidak mendatangkan manfaat materiil maupun spiritual diharamkan. Terutama untuk barang haram dan yang mengarah pada bid’ah dan kebiasaan buruk.
Tidak pula membuat kikir. Islam mengajarkan sikap pertengahan dalam mengeluarkan harta, tidak berlebihan dan tidak pula kikir. QS Al Furqan: 67 dan QS Al Israa: 29.
Pembagian rezeki telah ditentukan batasan, kadar, dan jenisnya.