Saturday, September 27, 2014

PASCA: Manajemen Harta (6) Wealth Accumulation: Investasi

Wealth Accumulation: Investasi Real Estate Tanah yang tidak dimanfaatkan termasuk kategori aset yang tidak dimanfaatkan dan dalam Islam harta harus dioptimalkan dan jangan memakan harta yang tidak diusahakan, serta tidak mengkonsumsi yang lebih dari kebutuhan. Lahan yang tidak dimanfaatkan termasuk yang tidak diperbolehkan dalam Islam melainkan harus digunakan oleh siapapun yang bisa memanfaatkannya dengan perjanjian yang jelas antara pemilik tanah dengan pihak yang memanfaatkannya agar tidak terjadi perselisihan di masa yang akan datang. Di sisi lain pengelola harta tidak boleh mengambil manfaat dari barang yang dikelolanya jika merupakan harta titipan. Tetapi boleh jika dilakukan dengan perjanjian yang jelas untuk berbagi hasil misalnya dengan akad musyarakah atau mudharabah. Secara umum investasi pada real estate termasuk sulit karena harus dipertimbangkan jangka panjangnya dan harus dapat mengetahui site plan atau rencana tata kota. Faktor utama dari investasi real estate adalah lokasi. Investasi ini terbagi dua jenis yaitu direct dan indirect. Tanah juga harus dicek secara berkala untuk surat menyuratnya karena tidak dapat dicek apakah ada yang menduplikasi atau tidak. Badan Pertanahan Nasional hanya dapat mengecek apakah surat terdaftar atau tidak. Tindakan preventif adalah mengecek apakah ada duplikasi atau tidak jika tanah tersebut dibiarkan kosong. Property yang dipakai tidak ada zakatnya sedangkan property yang tidak dipakai oleh pemiliknya tetapi disewakan ada zakatnya yang dikenakan atas hasil sewa, sedangkan yang tidak dipakai serta tidak disewakan maka akan terkena zakat mal tahunan jika mencapai nishab dan haul. Investasi property harus mempertimbangkan lokasi, pembiayaan, dan timing yang tepat agar dapat mendapatkan return yang optimal. Emas Fungsi-fungsi emas yaitu sebagai alternative immediate cash, digunakan untuk menyimpan harta / reserve, untuk tabungan, untuk modal kerja. Penggunaan untuk modal kerja adalah pengusaha memiliki dana tunai dan dibuat deposito kemudian dijadikan cash collateral dan mendapatkan dana dari bank 70-80% dan diputarkan untuk usahanya dan hasil usaha digunakan untuk membayar bunga sehingga mendapatkan tambahan dana dan dana aslinya tetap menjadi miliknya. Sistem seperti itu juga dapat digunakan untuk emas dengan menggadaikan emas dan dana gadai emas digunakan untuk usaha dan hasilnya digunakan untuk membayar gadai emas. Sistem seperti ini sempat dijadikan spekulasi dengan mencicil emas dan kemudian digadaikan lagi untuk digunakan usaha tetapi saat ini dibatasi LTV (loan to value) sebesar 70% dan maksimal 250juta. Beberapa pihak menganggap emas sebagai investasi sedangkan fungsinya sebenarnya lebih tepat dianggap sebagai preservation atau hedging yaitu lindung nilai karena nilainya yang tidak berubah dan tidak terkena inflasi yang dicontohkan dengan harga kambing sejak zaman Rasulullah hingga sekarang tetap senilai 1 dinar. Pengguna pertama mata uang dinar adalah kerajaan Romawi dan pengguna mata uang dirham adalah kerajaan Persia dan mendapat persetujuan dari Rasulullah. Investasi Lainnya 1. Mata Uang Investasi di mata uang termasuk spekulasi, kecuali memang membutuhkan mata uang asing untuk pembayaran di masa mendatang yang telah ada kewajibannya. 2. Logam Mulia: emas, platinum, palladium, rhodium 3. Batu Mulia / precious stone: berlian, safir, zamrud, dsb. 4. Barang koleksi / collectibles: art, comic, dst. Resiko adalah calculated, jika uncalculated itu termasuk spekulatif yang tidak dibolehkan. Melakukan investasi tanpa menguasai lebih dulu ilmunya akan termasuk spekulasi dan ini merupakan salah satu manfaat wealth management untuk memberikan edukasi pada client sehingga tidak menjadi salah satu bagian dari spekulasi lagi. Dosen: Ir. Ino Sutrisno, MBA, CWM

PASCA: Manajemen Investasi (6) Performance Evaluation

Manajemen dan Pengukuran Kinerja Portofolio Menilai portofolio seperti reksadana yang dimiliki untuk dibandingkan dengan pasar seperti JII apakah lebih baik atau lebih buruk baik dari sisi return, dsb. Pengukuran kuantitatif menggunakan berbagai metode. Pendekatan investasi aktif harus selalu melakukan monitor dan melakukan perubahan jika ada yang kurang perform dibanding yang diharapkan dan mengganti dengan investasi lainnya. Pendekatan aktif ini menggunakan analisis teknikal yaitu melihat pergerakan investasi yang dimiliki per periode jangka pendek seperti per bulan, tidak untuk jangka panjang. Pendekatan investasi pasif hanya mengikuti pergerakan setelah dibentuk portofolionya. Manajemen portofolio: membuat standarisasi yang dapat diikuti semua investor. Proses manajemen portofolio syariah: 1. Membuat kebijakan investasi: agresif, moderat, konservatif ; berapa expected returnnya 2. Syariah screening untuk saham, sukuk, reksadana, sektor riil (emas, property, perkebunan, dll) Review secara detil: company profile (manajer investasi, isinya apa saja, umurnya berapa, history) Financial analysis baik secara teknikal maupun fundamental. Coassessment Apakah dananya tersedia dan harganya sesuai? 3. Memilih saham apa saja isinya 4. Alokasi aset: berapa bobot investasi untuk masing-masing produk? 5. Monitoring: bisa per bulan, per 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun. Purification of earning: mengeluarkan zakatnya bila telah mencapai nishab. Semua hal dilakukan secara terus menerus: continuous improvement & re-evaluation. 1. Mengidentifikasi tujuan, hambatan, dan preferensi 2. Mengembangkan dan mengimplementasikan strategi 3. Memonitor kondisi pasar, campuran aset, dan kondisi investor: bagaimana kondisi pasar seperti Negara dengan segala kebijakannya, pertumbuhan ekonomi antara 5,5 – 7 (growth). Kondisi investor yang dilihat adalah pendapatannya seperti kenaikan gaji, atau mendapatkan harta warisan, adanya pengurangan atau penambahan anggota keluarga sehingga harus menghitung investasi tambahan. 4. Melakukan penyesuaian yang diperlukan terhadap portofolio. Seperti jika suatu saham mengalami penurunan maka apakah dapat naik atau akan turun terus dan sebaiknya dilepas karena sudah tidak layak dipertahankan. Investor institusi memiliki dana yang sangat besar oleh karena itu jika dipindahkan secara drastic akan dapat menyebabkan pasar bereaksi oleh karena itu jangka waktu investasinya lebih lama dan profilnya hampir sama di setiap waktu tetapi ada beberapa bagian yang tidak dapat dimasukinya seperti asuransi tidak meletakkan investasi di property karena likuiditasnya yang rendah. Investor individu profilnya berbeda sesuai usia, dan risiko dianggap sebagai kehilangan uang, memiliki tujuan keuangan, perpajakan menjadi faktor yang penting dalam pertimbangan. Secara umum, return investasi yang termasuk konservatif adalah yang berada di bawah 10%, moderat antara 10% sampai 20% sedangkan yang agresif diatas 20%. Nilainya dapat bertambah sejumlah return tetapi juga resiko kehilangan sampai sebesar itu. Benchmarking: pembanding untuk penentuan kinerja, seperti: IHSG, JII, indeks per sektor industri untuk membandingkan kinerja portofolio yang dimiliki. Treynor’s Measure Menggunakan beta atau benchmark security market line. Resiko non systematic dianggap sudah tidak ada, hanya ada resiko pasar seperti harga rupiah, harga bahan baku, kebijakan2 makro, dsb. Terdiri dari rumus “treynor market” dan “treynor measure” untuk portofolio yang dimiliki. Sharpe Performance Measure Menggunakan standar deviasi dan tidak menggunakan beta. Semakin tinggi nilai sharpe semakin bagus sebuah portofolio investasi. Penggunaan Treynor atau Sharpe tergantung asumsi, untuk menilai performance portofolio. Jensen’s Alpha Menggunakan model regresi. Alphanya jika positif kinerjanya baik sedangkan negative menunjukkan kinerja buruk sedangkan jika mendekati 0 maka mendekati pergerakan pasar. Information Ratio Membagi alpha dengan nonsystematic risk: menggunakan standar deviasinya. Nonsystematic risk dianggap sudah dapat dihilangkan dengan adanya diversifikasi. Mendekati 0 tetapi tidak sampai hilang samasekali nonsystematic risknya. Alpha portofolio dibagi dengan standar deviasinya. UTS membawa kalkulator dan closed book materi: risk return, portofolio, CAPM, performance evaluation (treynor, sharpe, jensen) Dosen: Wiku Suryomurti

PASCA: Manajemen Strategi (5) Balanced Scorecard

Tugas UTS per group Menganalisa industri yang sudah dipilih untuk mengerjakan study case dari segi business strategy bisnis yang sudah berjalan dan membawa ke bisnis plan yang dimiliki, dengan perincian terlampir untuk membuat strategic map masing-masing. - PESTEL analysis: strategic issues - Industry analysis: Porter’s 5 Forces. Is the industry still attractive? - Strategy formulation: SWOT / TOWS, generic strategies - Recommended - - Eksekusi: KPI apa saja faktor yang penting untuk menjalankan bisnis - landasan syariah untuk menjalankan bisnis agar lebih dari sekedar bisnis Deadline: 11 Okt 2014 BALANCED SCORECARD Strategy maps, alignment, and strategy execution system Kemampuan pengelolaan bisnis didapatkan secara bertahap dari kecil hingga naik perlahan secara operasional harus menguasai juga disamping memikirkan strategic issues sehingga dapat menurunkan strategic thinking menjadi perilaku di tingkat operasional. Strategy formulation VS strategy implementation Strategy implementation di tingkat operasional. Membuat suatu visi yang lebih besar dibanding masalah operasional yang ditemui setiap hari. Survey organisasi menunjukkan link antara strategi dengan operasional kecil tingkatnya yaitu hanya 5% workforce yang mengerti strategi organisasi, hanya 25% insentif yang sejalan dengan strategi organisasi, hanya 40% budget yang sesuai dengan strategi, pembicaraan strategi di tingkat manajemen kurang waktunya tetapi lebih banyak menyelesaikan tingkat operasional sehari-hari. Hambatan yang ditemui tersebut terdiri dari visi, orang, resource, manajemen. Konsistensi dalam praktek yang sesuai dengan strateginya, konsistensi pada mengerjakan kelebihan yang dimiliki dalam mengusahakan bisnis yang diinginkan. Konsistensi diletakkan dalam sistem organisasi bisnis tersebut. Balance scorecard mengukur apa yang dianggap penting dalam organisasi. Fokus pada today dan tomorrow sedangkan yesterday yaitu aspek financial hanyalah dampak dari customer experience, dsb. Melayani customer, memperlakukan aset, akan menghasilkan dampak pada financial. Paradigma manajemen harus diperuntukkan bagi investasi bukan sebagai beban, menentukan apa yang menjadi “mean” atau cara dan apa yang menjadi “end” atau tujuan. Strategy map menggambarkan sebuah hubungan antara masing-masing bagian dalam organisasi. Dalam setiap industri prosesnya berbeda-beda sehingga KPI nya juga berbeda-beda. Identifikasi supply chain, gambar proses di industri masing-masing. Dosen: Ahmad Mukhlis Yusuf PhD

Saturday, September 20, 2014

PASCA: Manajemen Strategi (4) Maslahah Performa

MANAJEMEN STRATEGIS MENGGUNAKAN PENDEKATAN ISLAMI Maslahah Performa Islamic Strategic Management System Konsep maslahah untuk organisasi diturunkan dari maqashid syariah untuk individu. Maqashid syariah dengan urutan yang tidak ditetapkan oleh imam2 tetapi yang konsisten adalah maal di urutan terakhir. Sifat organisasi hampir sama dengan sifat manusia seperti: membutuhkan energy, mengalami tahap pertumbuhan dari mulai awal sampai memiliki akhir, setiap yang bernyawa pasti mati akan tetapi kemanfaatannya harus sustainable. Contoh seperti pendiri ikhwanul muslimin telah meninggal tetapi manfaat organisasinya masih terus ada. Kekuatan suatu organisasi dilihat dari bagian terlemah dari organisasi tersebut. Kekuatannya terletak pada bagian terlemah. Contohnya harga sebuah tas mahal tetapi resletingnya rusak dalam jangka waktu 1 bulan maka sebesar itulah kekuatan tas seharga tersebut. Jiwa organisasi terletak pada proses yang paling lemah. Kebutuhan terhadap jiwa dalam maslahah. Contohnya individu yang meninggal karena ada masalah hanya pada salah satu organnya seperti contohnya ginjal walaupun organ lain masih bagus tetapi karena ada satu hal yang tidak berfungsi lagi maka tidak dapat berfungsi seluruh tubuhnya. Kebutuhan keturunan di organisasi diwakili dengan talent baru yang memiliki visi sama dengan founder sehingga yang menjadi inti sustainabilitynya adalah pada kebaikan organisasi tersebut. Kebutuhan akal dalam organisasi digambarkan harus adanya learning yang harus didukung dengan kebutuhan jiwa yaitu selalu mengedepankan kebaikan. Customer bagi organisasi sangat penting karena tidak mungkin ada organisasi tanpa ada customer tetapi merupakan media Allah untuk memberikan rezekinya bagi organisasi sedangkan organisasi merupakan media Allah untuk memberikan layanan pada customer. Perusahaan yang berbasis maslahah harus ada compliance terhadap syariah dan compliance terhadap legal dan tidak boleh salah satunya dilepaskan. Proses utama adalah proses penciptaan nilai, improvement dan innovation harus ada untuk menjaga sustainability sebuah organisasi. Manajemen resiko ada di setiap bagian dari sebuah organisasi. Compliance di bagian atas bagan merupakan bagian kepatuhan sedangkan di bagian bawah bagan merupakan bagian inovasi. Talent harus memiliki capability dan capacity, capability adalah kemampuan sedangkan kapasitas adalah porsi yang mampu diambil. Contohnya gelas adalah kapasitas sedangkan airnya adalah capability. Oleh karena itu harus menempatkan orang dengan kapabilitas yang sesuai dengan kapasitasnya. Jika orang yang memiliki capability yang lebih tinggi ditempatkan di pekerjaan dengan kapasitas kecil maka akan tidak tersalurkan kemampuannya sehingga ia akan mengganggu proses lainnya. Juga bila kapasitasnya terlalu besar untuk capabilitynya maka ia mau mengerjakan tetapi tidak bisa memenuhi tuntutan pekerjaan. Capability dan capacitynya juga terdiri dari 2 hal yaitu agama dan ilmu, agama adalah aqidah akhlak dan syariah sedangkan ilmu adalah insight, knowledge, skill, education and experience. Seseorang harus mampu di bidang agama dan bisnisnya secara berimbang. Learning dalam organisasi juga untuk kedua faktor yaitu pengelolaan ibadah dan pengelolaan organisasinya. Pada akhirnya akan menjadi suatu siklus cara mendapatkan harta dan cara membelanjakan harta. Jika suatu organisasi meng encourage karyawan untuk melakukan ibadah maka jiwanya akan menjadi tenang dan memiliki talent yang baik di agama maupun di ilmu sehingga proses learningnya menjadi baik juga dan menyebabkan customer puas atas layanannya dan bertambah sehingga harta organisasi bertambah juga. Harta tersebut tidak boleh dibiarkan tetapi harus dialokasikan lagi berdasarkan porsinya untuk customer, untuk learning dan talent, untuk internal process, dan untuk ibadah. Siklusnya kembali pada ibadah lagi. Siklus PDCA plan-do-check-action digunakan untuk melaksanakan sistem kinerja MaP yaitu merencanakan kemudian dilakukan kemudian dicek dan setelahnya dikerjakan atas hasil evaluasinya dan kemudian direncanakan lagi langkah berikutnya. Plan ada 5 dari 8 langkah dalam PDCA untuk maslahah performa ini. Plan 5 langkah, do 1 langkah, dan check 1, action 1. 1.menyusun perencanaan strategis, 2.mengidentifikasi fondasi kemaslahatan, 3.menentukan perilaku kemaslahatan, 4.menentukan ukuran, 5.menyepakati kontrak kerja, 6.menerapkan kinerja, 7.melakukan pemantauan, 8.melakukan tindak lanjut. Manajemen kinerja sangat berhubungan dengan manajemen strategis. Dalam penentuan ukuran harus diturunkan dari manajemen atas ke unit kerja di bawahnya oleh karena itu alignment atau menyelaraskan dari ukuran kerja yang diatas menjadi ukuran kerja yang dibawahnya. Koordinasi antar bagian juga harus dipelihara agar hasil kerjanya sesuai dengan ukuran kinerja di organisasi tersebut. Proses menurunkan kinerja dari atas ke bawah sedangkan proses penilaian dilakukan dari bawah ke atas sehingga nilai kinerja individu digabungkan menjadi nilai bagian dan digabungkan menjadi nilai organisasi. Konsepnya adalah semakin banyak mengeluarkan dana-dana kebaikan maka akan meningkatkan wealth perusahaan tersebut. Menerapkan kinerja dengan menggunakan siklus perencanaan strategis kemudian dibuat rencana kerja tahunan, dan dibuat pengalokasian sumber daya dan penerapan program kemudian kembali ke perencanaan strategis. Langkah terakhir adalah melakukan pemantauan melalui pemantauan kinerja individu dan organisasi, juga menjalankan coaching serta pemantauan kinerja dengan sistem online.

PASCA: Manajemen Resiko (3) Risk Identification & Assessment

PROSES MANAJEMEN RESIKO Risk Identification: mengetahui business processnya. Ada tujuan / objectives apakah akan tercapai dan jika tidak maka yang menyebabkannya adalah resiko. Oleh karena itu dalam mengidentifikasi resiko harus mengetahui tujuan terlebih dahulu dan diikuti oleh yang lain dengan penjelasan: objectives, business plan, industri, business process, proyeksi financial statement, sumber daya, change management, compliance system. Tetapi yang menjadi intinya adalah mengetahui business processnya terlebih dahulu. Perlu mengetahui proyeksi financial statement yaitu untuk mengetahui apakah dana yang dimiliki dapat mencapai tujuan. Langkah yang dilakukan untuk memahami business process: risk checklist yaitu mengurutkan resiko yang ada dan mana yang benar2 mungkin terjadi, kemudian gap analysis adalah perbedaan antara harapan dengan kenyataan, risk taxonomy yaitu mengklasifikasikan secara sistematis yang menjadi bagian dari resiko dan pembagian2 resikonya, PEST (political, economic, social, technological) prompt, SWOT analysis. Sekuen Resiko Risk factors adalah kondisi yang menaikkan kemungkinan terjadi. Peril adalah kejadian yang mengakibatkan kerugian. Contohnya sumber resiko adalah nasabah, risk factornya analisa kredit yang tidak baik, eksposur adalah sejumlah pinjaman, perilnya adalah nasabah tidak punya keahlian bisnis, kemudian mengakibatkan rugi atau kredit macet. Contoh untuk bisnis penyewaan mobil, sumber resikonya adalah penyewa, risk factors adalah kurang seleksi penyewa, eksposur adalah mobil, peril: kecelakaan, hilang, kurang sewa, kerugian: aset berkurang nilainya, aset hilang, keuntungan tidak sesuai yang diharapkan. Kegiatan untuk mengidentifikasi resiko: analisis proses, brainstorming antara bagian2 dalam organisasi, interview dengan orang ahli, workshop dengan bagian2 dalam organisasi, membandingkan dengan organisasi lain, menyebarkan kuesioner. Risk Assessment Risk identification dapat dianggap sebagai bagian dari risk assessment. Risk assessment process dimulai dari mengidentifikasikan tujuan, kemudian mengidentifikasi kejadian yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan, menentukan toleransi terhadap resiko, assess kemungkinan dan akibat yang inherent, mengevaluasi portofolio, assess kemungkinan dan impact residual. Mitigasi resiko bisa dilakukan diawal atau diakhir yaitu pre seperti mengenakan sabuk pengaman pada mobil, melakukan service pada mobil, ikut asuransi, untuk mengurangi severity. Menyesuaikan dengan risk appetite dan risk tolerance pelaku bisnis yaitu tidak menjual sesuai jumlah minimum tetapi juga tidak sesuai dengan jumlah penjualan maksimum yang diharapkan karena misalnya hanya cukup modalnya untuk menyediakan sebanyak jumlah pertengahan antara jumlah penjualan minimum dengan maksimum. Tugas : group discussion koperasi syariah point 1, 2, 3, 4, 5 Dr. Ronald Rulindo rulindoku@gmail.com 082144207892