Thursday, July 6, 2017

Hukum Wakaf

Keberadaan lembaga wakaf diilhami ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad SAW berikut ini:
1. QS Ali Imran (3): 92
2. Ibnu Umar mengatakan bahwa ketika Umar mendapat sebidang tanah di Khaibar, ia menemui Nabi dan berkata: “Hai Rasulullah SAW, saya mendapat sebidang tanah di Khaibar dan saya ingin agar tanah itu lebih bernilai dari apa pun yang pernah saya dapatkan. Apa yang engkau perintahkan kepada saya?” Beliau menjawab: “Jika engkau mau, engkau dapat menjadikan tanahmu ini sebagai milik yang tak dapat dicabut dan memberikan hasilnya untuk sedekah.” Maka Umar memberikannya sebagai sedekah dengan menyatakan bahwa tanah itu tidak boleh dijual, diberikan ataupun diwariskan, dan dia memberikan hasilnya sebagai sedekah untuk diberikan kepada orang miskin, kaum kerabat, pemerdekaan budak, jalan Allah, para perantau, dan tetamu. Tak ada dosa bagi pengurusnya jika makan daripadanya secara patut atau memberi seseorang untuk dimakan, asal dia tidak menyimpannya (untuk dirinya sendiri). Ibnu Sirin berkata: “Asal ia tidak menjadikannya modal bagi dirinya.” (Bukhari dan Muslim).
Demikianlah lembaga wakaf memperoleh landasannya ketika ayat 92 dari surat ketiga Al-Qur’an suci diwahyukan dan sahabat Nabi yang kaya meminta petunjuk beliau dengan menyatakan keinginannya untuk menginfakkan hartanya di jalan Allah. Lalu pemeluk Islam, sepanjang sejarah mereka, selalu memelihara lembaga ini untuk mendapatkan ridha Allah di dunia ini maupun nanti di akhirat.
Seperti yang telah disampaikan di atas, seorang Muslim dapat mewasiatkan sepertiga dari hartanya sesudah kematiannya. Tetapi dalam hidupnya ia memiliki hak untuk mengeluarkan seluruh hartanya di jalan Allah. Menurut hukum hadiah, orang dapat memberi infak atau memberi hadiah sebanyak berapa pun dari hartanya kepada siapa pun juga sepanjang hidupnya. Kaum mukminin yang baik hati dan berbudi luhur lagi kaya, menggunakan kekayaannya sesuai dengan hukum wasiat atau hukum hadiah dan membayar wakaf untuk tujuan sedekah.
Wakaf, dalam Bahasa syariah, bermakna membaktikan harta kepada Allah Yang Mahakuasa. Dengan demikian, harta itu mengalir dari pemberi wakaf (yakni waqif) kepada milik Allah, tetapi hasil atau manfaatnya dibaktikan kepada orang miskin, orang sakit, perantau, atau yang lainnya yang dikenal oleh Islam.
Lembaga wakaf berperan dalam menghapus kemiskinan, kesengsaraan, penyakit, buta huruf, sehingga terciptalah distribusi kekayaan yang merata.

Sistem Ekonomi Islam: Prinsip Dasar (Fundamental of Islamic Economic System) Edisi Pertama. 2012. Penulis Dr. Muhammad Sharif Chaudury, M.A., LLB., Ph.D. Penerbit Kencana Jakarta, Indonesia. Halaman 90-92.

Wednesday, March 1, 2017

Motivasi: zona waktu

New York 3 jam lebih awal dari California, Tapi tidak berarti California lambat, atau New York cepat. Keduanya bekerja sesuai "Zona Waktu"nya masing-masing.

Seseorang masih sendiri. Seseorang menikah dan menunggu 10 tahun utk memiliki momongan. Ada juga yang memiliki momongan dalam setahun usia pernikahannya.

Seseorang lulus kuliah di usia 22th, tapi menunggu 5 tahun utk mendapatkan pekerjaan tetap; yang lainnya lulus di usia 27th dan langsung bekerja.

Seseorang menjadi CEO di usia 25 dan meninggal di usia 50 saat yg lain menjadi CEO di usia 50 dan hidup hingga usia 90th.

Setiap orang bekerja sesuai "Zona Waktu"nya masing-masing.

Seseorang bisa mencapai banyak hal dengan kecepatannya masing-masing.
Bekerjalah sesuai "Zona Waktu"mu.

Kolegamu, teman-teman, adik kelasmu mungkin "tampak" lebih maju. Mungkin yang lainnya "tampak" di belakangmu.

Setiap orang di dunia ini berlari di perlombaannya sendiri, jalurnya sendiri, dlm waktunya masing-masing. Allah punya rencana berbeda untuk masing-masing orang. Waktu berbeda utk setiap orang. Obama pensiun dr presiden di usia nya yg ke 55, dan Trump maju di usianya ke 70.

Jangan iri kepada mereka atau mengejeknya...

Itu "Zona Waktu" mereka.
Kamu pun berada di "Zona Waktu"mu sendiri!

Kamu tidak terlambat. Kamu tidak lebih cepat. Kamu sangat sangat tepat waktu! Tetaplah kejar keberkahan Allah…agar sampai pada muara kebahagiaan di surgaNya..

Kamu di "Zona Waktu"mu!

Semoga Allah selalu Ridho dengan segala aktivitas kita..amiin

Sumber: viral copas di grup wa, entah darimana sumber awalnya :D

Wednesday, February 8, 2017

Penelitian: Kuliah Umum Metolit Kualitatif

Kuliah Umum Pascasarjana STEI Tazkia
Penggunaan Metode Kualitatif untuk Penelitian Bidang Ekonomi Islam

Paradigma, dipahami dengan 4 hal: … (dalam file presentasi)

Positivisme identik dan cenderung dengan metode kuantitatif. 3 penelitian lain identic dengan kualitatif. Penelitian diusahakan menggambarkan keinginan sendiri, tetapi harus disertai dengan alasan yang ilmiah.

Positivisme: paradigma mainstream saat ini menggunakan realitas sosial yang obyektif, sudah biasa. Hakikat manusia adalah makhluk rasional yang mengetahui informasi dan dapat memutuskan sesuai informasi yang dimiliki. Ilmu pengetahuan dicari dengan prosedur ketat, contohnya harus prosedur sem. Dicari dengan deduktif, nomothetic, bebas nilai; nomothetic dapat disimpulkan, bebas nilai yaitu tanpa komentar negatif atau positif, hanya menyampaikan fakta.

Interpretivisme: realitas sosial subyektif. Manusia yang menciptakan dunia dan memberikan maknanya sendiri. Ilmu pengetahuan lokal tidak dapat digeneralisir, tidak bebas nilai, menemukan makna. Tidak bisa digunakan untuk mewakili, memprediksi, dsb. Realitas hanya mengukur yang fisik dan psikologis yang dapat diukur.

Kritikal: realitas sosial obyektif dan subyektif. Contoh kritikal adalah feminism. Paradigma ini berasal dari ketidakadilan dan mengkritisi.

Posmodernisme: realitas konstruktif. Contoh judul dekonstruksi pemikiran x mengenai sesuatu. Teori, penjelasan, dsb dikritisi. Contoh penggunaan skala likert peluncuran minuman jenis baru pada orang2 dengan budaya yang tidak berani menolak secara terus terang. Posmodernisme menembus batas: contohnya mengkritisi istilah akuntansi menggunakan sudut pandang linguistic ditambah dengan psikologis atas Bahasa.

Metaparadigma: ketika melakukan penelitian kuantitatif, gunakan sudut pandang kuantitatif. Ketika melakukan penelitian kualitatif, gunakan sudut pandang kualitatif. Pengklasifikasian harus disertai penjelasan yang memadai.

Ekonomi positif: apa adanya. Ekonomi normatif: yang seharusnya. Tindakan ekonomi juga harus dilakukan dengan art.
Studi Islam terdiri dari teologik, interdisipliner, integrasi wahyu dan ilmu.
Ekonomi Islam seharusnya bagian dari ilmu yang merupakan integrasi wahyu dan ilmu.
Kebenaran yang dihasilkan adalah kebenaran manusia yang berusaha mendekati kebenaran absolut walaupun tidak akan pernah mampu dicapai.
Kuantitatif: banyak tapi tidak dalam. Kualitatif sedikit tapi mendalam. Penelitian ilmiah kualitatif tetap harus menyampaikan dan menyajikan fakta tanpa komentar yang menggeneralisir. Mixed method dibolehkan. Kuantitatif detil di proposal, sudah ada jawaban sementara. Sementara di kualitatif, sebaiknya menghindari hipotesa dan usahakan melakukan wawancara secara tidak terstruktur tetapi dengan tujuan untuk menggali fakta yang sebenar-benarnya. Tidak ada hipotesa agar dapat membuka pandangan terhadap penemuan baru.
Penelitian pustaka: pada skripsi, tesis, dan stand alone literature. Contoh menggambarkan dan membandingkan fenomena sosial di suatu wilayah tertentu.
Contoh penelitian ekonomi Islam: perilaku produksi, perilaku konsumsi, distribusi kesejahteraan, perilaku bisnis, lembaga keuangan perbankan.
Paradigma dan etika ekonomi Islam: kesatuan (unity, tauhid), keseimbangan (equilibrium, adl), kebebasan (free will, khalifah), tanggung jawab.

Dr. Asfi Manzilati, SE., ME.

Saturday, November 19, 2016

Sharing Session with Pasca Tazkia (Pak MSA)

Meeting the Challenges in Human Capital Development for Islamic Finance Industry: A Tazkia Experience
By. Dr. M. Syafii Antonio M.Ec. (Sharia Council of IDB)
14 May 2016

Islamic Economics is different from Islamic Finance
Islamic economics is a more complete set: entrepreneurs, executives, accountants, scholars (academicians), comdev, bankers, etc. While Islamic Finance focused more on Islamic finance industry: bank, insurance, etc.
1. Believe before action: become ibadah, for non muslims also has to believe Islamic economics is a better solution.
Strategic value of Tazkia: as a legacy for the next generation of Tazkia, so people can change but hopefully the value will continue
2. Knowledge integration: sharia + finance: they should know sharia and also finance in a person: hard to find person who is articulate in finance but speak Arabic. Learns sharia deeply but also have experience working in finance in industry and speaks Arabic. This is the challenge in Indonesia and also many countries.
3. Balancing the skill and competence: Practitioners should teach more in class, bring experience in finance and blend it with sharia knowledge.
Conventional + Insertion (ayatisasi dan haditisasi) + Modification + Islamic
Insertion: finding if the conventional practices is relevant with Islamic values
4. Hard and soft competencies: we only focus on hard competencies so far, thus make so many cases of frauds in Islamic finance industry especially banks. We were focusing on behavior like product knowledge, customer service, competency development, etc; but we are forgetting on attitude: values, standards, judgments, motives, ethics, beliefs. Cases of investments on-balance-sheet or off-balance-sheet. Pro LM (Prophetic Leadership Management) program is one way to overcome this problem. Soft competencies: integrity (believe tauhid, honesty, halal oriented); trustworthy (amanah and reliability means wealth is also amanah, emotional and physical fitness make healthy life to , accountability); competency for professionalism and quality (knowledge+itqan for quality driven+time management: best quality walaupun lama, sehingga menjadi one of the best: success will commit to those who commit to quality); communicative for visionary leadership
5. Developing sense of social and economic responsibility: one of the problem is lack of social and economic responsibility. Bank ke desa dan masyarakat, perlu karena masyarakat miskin uang juga miskin iman sehingga menjadi target mudah jika didekati oleh misionaris.
6. Learning and education model: matriculation for English, Arabic, math, plus ibadah. Mental blocks for being entrepreneurs and get out of one’s comfort zone of corporate employees.

Sharing Session with Pasca Tazkia (Pak Wiku)

Persiapan kuliah S3: Islamic Finance
Sebelum masuk S3 disyaratkan sudah punya judul dan topik karena dari situ akan ditentukan pembimbingnya.
“Because Victory loves Preparation”: paling ideal 1 tahun, paling cepat 6 bulan: perlu dipikirkan keluarga.
Biasanya S3 minimal 3 tahun
1. Niat
Pengalaman: dari mulai niat sampai dapat 5-6 tahun.
2. Topik riset
Paling mudah: meneruskan dari S2, apalagi jika S2 fresh, maka tinggal mempertajam topik bab 2. Tetapi tidak perlu ideal karena disana akan dibongkar lagi.
Tujuan topik ini menentukan professor yang akan kita tuju, karena professor biasanya mau yg spesifik sesuai keahliannya dan tidak mau topik lain.
3. Tujuan universitas: apply sesuai dengan professor ada dimana, atau ada juga yang menentukan dari tujuan universitas dan baru mencari profesornya. Finance biasanya masuk di business school.
4. Dokumen dan berkas: transkrip ijazah S1, S2, tes Bahasa inggris, CV, surat rekomendasi (Bahasa inggris) ke siapa perlu dipertimbangkan karena akan mempengaruhi penilaian. Untuk mengajukan beasiswa harus mencari universitas dan professor dulu. Dokumen: ijazah, sertifikat Bahasa inggris, letter of recommendation, motivation letter, proposal, cv.
a. Aplikasi universitas: pengalaman mengirim ke 20 profesor yang dibalas 10-15. Persiapan aplikasi: Menyusun proposal riset: harus Bahasa inggris yang baik dan benar, di proofread dlu jangan sampai ada salah spelling. Judul, nama, abstraksi, kata kunci: 2500-3000 kata (3-4 halaman) dan simple format (1-2 halaman), sudah ada perkiraan data dan metodologi, significancy of research: apa yang unik dan baru dari penelitian ini?, ada beberapa yang mensyaratkan adanya research plan: activitiy plan for 3-4 years dalam excel dan dimasukkan dalam research proposal, contoh: perkuliahan, survey, penulisan, conference tiap tahun, referensi antara 15-20 atau ada yg 10-13: rekomendasinya adalah memasukkan paper dari calon supervisor karena menunjukkan ketertarikan dengan penelitian profesor.
b. Mencari professor / calon supervisor. Tips mencari professor Islamic finance: (1) google nama univ plus kata kunci (Islamic finance, banking, accounting, dst), (2) search di web univ tujuan dan masukkan keyword, (3) www.ssrn.com untuk download paper, ada yang bisa didonlot beberapa dan ada nama plus alamat email penulis. Profesor: profil dan research interest, paper yang pernah ditulis, profil mahasiswa bimbingan. Email: perkenalan, ttg paper professor, ttg proposal paper kita (+ CV), apakah ingin menjadi pembimbing. Jika sudah mengirim email pertama, blm direspond smpai 2 minggu bisa mengirim lagi untuk menanyakan apakah ada respon.
c. Mengumpulkan informasi mengenai syarat pendaftaran di univ tujuan: S3 disana disebut HDR (higher degree research / postgraduate research). IPK minimal 3, aman diatas 3.5. Ada univ yang mensyaratkan cari professor dulu, dan ada yang dicarikan oleh univ, jadi harus cari informasi dulu. Di pendaftaran univ bisa menyebutkan funding “sedang mencari beasiswa” dan jika blm dpt beasiswa tetapi sudah diterima oleh univ bisa di”defer”shg statusnya sudah diterima sbg mahasiswa tetapi sedang menunggu funding. Shg mencari univ yang menerima menjadi mahasiswa menjadi prioritas. Biasanya masuk tahun September, oktober.
d. Mengumpulkan berkas / document: paspor, dst dalam bentuk softcopy
e. Tes Bahasa: IELTS di inggris, australi, negara2 persemakmuran / TOEFL di amerika
5. Biaya kuliah / beasiswa: maksimal LPDP 40 tahun, dikti dan kemenag 45 tahun.
6. Apply
- Surat rekomendasi boleh diketik sendiri dan hanya meminta tanda tangan dari, contoh: dosen pembimbing tesis, rektor kampus S2 kita. Dengan kata2 yang menjelaskan karakter2 positif calon mahasiswa.
- IELTS: persiapan paling cepat 3 bulan belajar intensif. Toefl sedikit lebih mudah dari IELTS. Perbandingan nilai Toefl 600 = ielts 7, 550 = 6.5, 500 = 6. Toefl direkam, essay diketik. IELTS essay tulis tangan, speaking langsung dengan penguji.
- Urutan langkah: ambil sertifikat IELTS/TOEFL, mencari univ yang menerima, mencari beasiswa.
- S2 bisa mencari beasiswa LPDP dulu baru mencari LOA (letter of acceptance dari univ yang dituju), kalau S3 harus LOA dulu.
- Untuk kesehatan ke luar negri: surat keterangan bebas TB (imunisasi?). Surat2 keterangan dari RS.
- Jika niat S3, banyak2 bikin paper jurnal atau conference, submit jangan dekat2 deadline.
- LPDP tidak ada kuota, tapi yang memenuhi syarat diterima.
- Wawancara psikolog: pertanyaan datar dan bolak balik dengan tujuan mengetahui konsistensi (internal drive).
- Peranan untuk Indonesia yang simple2 dan tidak terlalu muluk2, seperti kegiatan sosial, dst.
- Buka pendaftaran januari, paling sepi: oktober intake, paling padat.
- Tunjangan biaya hidup LPDP: maksimal 2 orang anggota keluarga.
- Kampus yang tidak ada di list LPDP masih bisa masuk jika professor ybs merupakan ahli di bidang tsb.

Pasca Tazkia, Dosen: Wiku Suryomurti, MSi
6 Agustus 2016