Islamic Values dalam Good Governance
Sifat Rasulullah yang diterjemahkan ke dalam kompetensi diri
- Shidiq: integrity, yaitu personal excellence. Memiliki integritas dan
personal excellent dalam berhubungan dengan seluruh pihak, kekuatan diri
sendiri. Dalam manajemen berinteraksi dengan pihak lain. Personal excellence
menghasilkan spiritual quotient.
- Amanah: trustworthy, yaitu interpersonal capital, modal ketika
berinteraksi dengan pihak lain. Membutuhkan: emotional quotient, physical
quotient, social quotient.
- Fathanah: competency, yaitu professional dan tidak amatiran, memiliki
kompetensi, dan berorientasi pada kualitas. Menghasilkan financial quotient,
dan intellectual quotient.
- Tabligh: visionary & communicative, tidak dapat menyampaikan
sesuatu jika tidak memiliki isi dalam pikirannya yaitu visi. Visi harus di
share, share mission: mengeluarkan sempitnya isme kepada keluasan Islam. Wisdom
Rasulullah: pendek tetapi maknanya dalam, menyampaikan sesuatu yang rumit
dengan bahasa yang mudah dipahami. Dalam rangka mengumpulkan super team:
memilih orang-orang kuat dan terbaik untuk mengerjakan bagiannya. VCQ: vision
communication quotient, kecerdasan dalam menyampaikan visi.
Esensi good governance yaitu: membuat team yang tangguh.
Menyampaikan visi, kemudian membuat strategi. Tugas pemimpin adalah
memotivasi, memberikan care dan attention kepada team. Kemudian leading
by example.
VISI : TEAM : LEADING BY EXAMPLE
Model Pro LM:
Core: Quran (Q) sebagai source of everything, sedangkan saat ini masih
sebagai sumber ibadah ritual, belum menjadi sumber bagi hubungan horizontal.
Asmaul husna: energi, karakter. Good governance: mengumpulkan semua
potensi. Manajer belajar dari asmaul husna: mendengar, melihat, supervise, berterima
kasih atas yang dilakukan, adil, kuat, memiliki kepribadian yang tangguh, memimpin
langkah awal dan melihat akhir yang dituju.
Disertasi: mengambil nilai asmaul husna dalam good governance.
Leadership and management wisdom: dapat memimpin dengan baik jika diri
sendiri sudah baik, harmoni dengan keluarga.
Good governance dalam bisnis, dan dalam seluruh sektor.
Contoh: al-‘aalim dalam tataran manusia menjadi insan pembelajar.
Dalam bisnis menjadi:
1. menguasai pengetahuan required by company: sop, manual
2. training,
3. beli dan target baca buku,
4. web-based knowledge,
5. kunci ilmu: menguasai bahasa inggris dan bahasa arab dengan baik
Contoh: asy-syaakur
Membayar gaji karyawan tepat waktu, bekerja dengan sungguh-sungguh,
menambah nafkah bagi istri, berterima kasih kepada suami “siapa yang tidak
berterimakasih kepada manusia, dia tidak berterimakasih kepada Tuhan”
Angka 7 merupakan simbol kiasan untuk menggambarkan banyak.
Good governance dalam Islam pertanggungjawabannya berakhir di padang
mahsyar, dan dalam wisdomnya bersumber dari Rasul dan Quran.
Leadership dalam Islam bukan merupakan jabatan, tetapi tindakan. Hadits “setiap
kamu adalah pemimpin…”
Dr. Muhammad Syafi’i Antonio M.Ec.
No comments:
Post a Comment